Catat! Luhut Bilang Semua Akses Publik bakal Gunakan Peduli Lindungi!

Terkini.id, Jakarta – Catat! Luhut bilang semua akses publik bakal gunakan Peduli Lindungi! Jika ada aplikasi yang paling diburu di Indonesia saat ini, tentu tidak dapat dipungkiri jika PeduliLindungi adalah aplikasi yang dimaksud.

Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pandemi Covid-19 tidak bisa dihindari seluruh manusia di dunia sehingga diperlukan penegakan protokol kesehatan yang benar-benar disiplin dan ketat.

Kendati Covid-19 tak bisa dihindari, namun menurutnya ada satu hal yang bisa dilakukan seluruh komponen bangsa ini, khususnya saat menghadapi pandemi yang sudah hampir berjalan dua tahun ini dengan persiapan-persiapan yang tepat dan matang.

Baca Juga: Catat! Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama 24 Desember 2021, Ini Alasannya

Menurut Luhut, persiapan yang dapat dilakukan seperti disiplin penerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman, serta secara masif melaksanakan 3T yaitu tracing, treasure, dan treatment.

Selain itu, tidak ketinggalan melakukan percepatan vaksinasi guna membentuk kekebalan tubuh terhadap Covid-19 itu sendiri.

Baca Juga: Vaksinasi Jadi Syarat Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa UINAM Masih Banyak...

“Ke depan penggunaan platform PeduliLindungi nantinya akan terus digunakan, diperluas hingga diwajibkan pada hampir seluruh akses publik yang dilakukan penyesuaian tanpa terkecuali,” jelas Luhut dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin 30 Agustus 2021 malam.

Ia mengaku, tanpa disadari pandemi Covid-19 akan mengubah gaya hidup masyarakat dengan berbasiskan platform digital.

Luhut menambahkan, penerapan protokol kesehatan yang disiplin dengan berbasis digital platform PeduliLindungi menjadi kunci jika kita tidak ingin mengulang kembali masa-masa sulit awal Juli 2021 lalu.

Baca Juga: Vaksinasi Jadi Syarat Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa UINAM Masih Banyak...

“Ketika kenaikan kasus naik begitu tinggi, kapasitas sistem kesehatan berada di ambang batas, dan kita harus menerapkan kebijakan PPKM Darurat yang memiliki dampak ekonomi yang besar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan penggunaan teknologi berbasis informasi Pedulilindungi akan dapat terdeteksi bagi masyarakat yang sudah vaksin atau PCR.

“Fungsinya tracing, dan di lokasi berbeda dia tembak barcode. Kalau tertular, bisa cepat ini untuk kontrol protokol kesehatan,” jelas Budi Gunadi.

Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi tersebut dapat mengatur keamanan aktivitas masyarakat untuk meminimalisir penularan Covid-19.

“Karena dengan PeduliLindungi ini bisa di-tracking. Yang sudah vaksin ini boleh di sini, yang sudah vaksin kalau nonton bola boleh teriak-teriak di tribunnya. Kalau yang belum itu pakai masker,” beber Budi Gunadi.

Nantinya, kata Budi lagi, aplikasi PeduliLindungi akan diterapkan menyeluruh pada lokasi-lokasi kegiatan masyarakat, mulai dari pusat perdagangan seperti mal, pasar tradisional, kantor, hingga tempat rekreasi, tempat pendidikan seperti sekolah, dan sarana transportasi lainnya.

“Kita mau coba di perdagangan, mal, pasar tradisional, toko. Transportasi darat, laut, udara. Pariwisata, kantor atau pabrik. SD, SMP, SMA, dan aktivitas keagamaan,” tegasnya.

Terkait kegiatan keagamaan, Budi Gunadi mengatakan lokasi kegiatan keagamaan juga perlu penerapan aplikasi PeduliLindungi lantaran pengalaman dari setiap hari raya besar itu akan ada trigger kerumunan.

“Di Januari (2021) karena Nataru (Natal dan Tahun Baru), dan Juni karena Idul Fitri. Di India juga karena upacara keagamaan. Di Bali naik lagi karena Juli-Agustus itu ada upacara keagamaan. Penting sekali protokol kesehatan diimplementasikan di acara-acara keagamaan,” imbaunya.

Bagikan