Chusnul: DKI Ini Mirip Anak Kecil, Tau Kalo Banyak Belajar Bisa Jadi Pintar, tapi Tunggu Dipaksa Dulu Baru Mau

Chusnul: DKI Ini Mirip Anak Kecil, Tau Kalo Banyak Belajar Bisa Jadi Pintar, tapi Tunggu Dipaksa Dulu Baru Mau

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menilai bahwa Pemerintah DKI Jakarta memiliki sifat anak kecil, yakni mengetahui bahwa banyak belajar bisa membuat pintar, namun menunggu dipaksa dulu baru belajar.

Ia mengatakan itu saat menanggapi Kasi Pembangunan Sudin SDA Jakarta Selatan, Horas Yosua yang meyakini Kali Mampang dengan lebar 5-10 meter dan kedalaman 2 meter masih bisa mengurangi banjir.

“Yakin dapat membantu dalam penanganan banjir, tapi nunggu dipaksa sama warganya sendiri baru dikeruk,” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 27 Februari 2022.

“Asli DKI ini mirip anak kecil, tau kalo banyak belajar bisa jadi pintar tapi tunggu dipaksa dulu baru mau,” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Chusnul Chotimah membagikan berita berjudul “Sudin SDA Jaksel Yakin Pengerukan Kali Mampang Kurangi Durasi-Tinggi Banjir”.

Baca Juga

Dilansir dari berita Detik News tersebut, Kasi Pembangunan Sudin SDA Jakarta Selatan Horas Yosua meyakini Kali Mampang dengan lebar 5-10 meter dan kedalaman 2 meter masih bisa mengurangi banjir.

Dia menyebut kondisi Kali Mampang saat ini masih bisa mengurangi tinggi dan durasi banjir.

“Tetap ada artinya walaupun semisal masih banjir, tapi dari tinggi dan durasi banjirnya pasti berkurang. Dua variabel itu sebagai ukuran keberhasilannya, pengurangan satu tinggi banjir dan dua durasi banjir,” kata Horas Yosua pada Jumat, 25 Februari 2022.

Dia menuturkan hal lain yang perlu diperhatikan pada pengukuran keberhasilan pencegahan banjir. Di antaranya tinggi rendahnya curah hujan, ada atau tidaknya penumpukan sampah, hingga perubahan tata guna lahan.

“Banyak variabel input lainnya lagi yang harus diperhitungkan contoh hujan yang datang berapa mm/jam, apa ada sampah di sisi hilir yang menutup jalan air, apa ada perubahan tata guna lahan di sisi hulu, apa ada penambahan situ penampungan air di hulu, dan banyak variabel lainnya lagi,” ujarnya.

Yosua mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah pada Kali Mampang akan dibangun sempadan. Sampai saat ini, program di Kali Mampang hanya pengerukan dan perbaikan pembangunan turap.

“Sementara pengerukan yang bisa dilakukan dan pemasangan turap. Keduanya bertujuan untuk mengurangi tinggi banjir dan mempercepat durasi banjir,” katanya.

Yosua juga menyebut konsep Integrated Water Resources Management (IWRM) yang diterapkan di Taman Honda Tebet. Dia mengatakan konsep itu bagus jika diterapkan di Kali Mampang.

“Nah ini makanya di berbagai belahan dunia sedang diimplementasikan Integrated Water Resources Management (IWRM), karena persoalan air menyangkut semua stakeholder,” kata Yosua.

“Ini salah satu konsep IWRM di taman honda tebet. Konsep IWRM bagus sekali kalau bisa diterapkan (di Kali Mampang),” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.