Terkini.id, Jakarta – Pakar Ilmu Komunikasi, Ade Armando “mencolek” Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal penanggung jawab pembangunan sirkuit Formula E yang mengatakan perlu biaya tambahan karena lokasi sirkuit tidak bisa langsung ditimpa dengan material pembangunan sirkuit.
“Pak Anies, ini gimana ya? Belum apa-apa kontraktor udah ngeluh duitnya kurang buat bangun sirkuit formula E,” katanya.
“Kok amatiran sekali?” tambah Ade Armando, dikutip dari akun Twitter pribadinya, Minggu, 27 Februari 2022.
Dilansir dari berita Kompas yang ditanggapi Ade Armando, kondisi bakal sirkuit Formula E di Ancol yang berlumpur membuat pihak kontraktor kesulitan untuk memadatkan jalan.
Penanggung jawab pembangunan sirkuit Formula E dari Jaya Konstruksi, Ari Wibowo mengatakan perlu biaya tambahan karena lokasi sirkuit tidak bisa langsung ditimpa dengan material pembangunan sirkuit.
- Ketum PSI, Kaesang Pangarep Tegur Keras Ade Armando
- Kader PSI Ade Armando: PDIP Partai Sombong, Kesombongan Mereka Mahal
- Ade Armando Resmi Gabung dengan Partai PSI, Bakal Diumumkan Sore Ini
- Ade Armando Yakin Anies Baswedan Bakal Menang Jika Ganjar Pranowo Tak Maju
- Ade Armando Prediksi Anies Baswedan Akan Libatkan Politisasi Islam di Pilpres 2024
“Ada double handling, dua kali angkut. Itu yang nambah biaya,” ujar Ari saat ditemui di lokasi sirkuit Formula E, Rabu, 23 Februari 2022.
Ari menjelaskan bahwa material yang siap pakai biasanya bisa langsung digunakan untuk pembangunan jalur.
Namun, karena area sirkuit Formula E masih berlumpur, maka perlu dipadatkan terlebih dahulu.
Sementara itu, Managing Director Formula E dari PT Jakarta Propertindo Gunung Kartiko mengatakan mereka belum menghitung soal penambahan biaya.
Saat ini, kata Gunung, perhitungan biaya masih sama dengan nilai kontrak yang diajukan, yaitu Rp 50 miliar.
“Belum ada penambahan (biaya),” kata Gunung.
Teknis pembangunan sirkuit di atas tanah berlumpur Sirkuit Formula E nantinya dibangun di atas tanah berlumpur yang sudah dipasangi cerucuk atau kayu galang yang dimasukan ke tanah dalam jumlah besar untuk memadatkan tanah.
Setelah itu, tanah dilapisi oleh bambu yang berfungsi sebagai penahan beban agar struktur tanah tidak turun dengan cepat.
Bambu-bambu tersebut nantinya ditimpa oleh batu kapur atau limestone setinggi 50 sentimeter yang berfungsi sebagai penyerap air, selanjutnya dilapisi lapisan karpet atau geotextile non woven yang berfungsi agar air tidak merembes ke atas aspal.
Geotextile tersebut kemudian akan diberikan batu hitam setinggi 20 sentimeter, kemudian ditimpa dengan aspal hotmix setebal 15 sentimeter, dan terakhir dilakukan pengaspalan halus dua lapis.
Lapis pertama setebal 7 sentimeter dan lapis kedua setebal 5 sentimeter.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
