Terkini.id, Jakarta – Pada Jumat, 4 Februari 2022, tercatat 32.211 kasus baru Covid-19, membuat total kasus aktif saat ini mencapai 140.254.
Kasus Covid-19 meningkat setiap hari di Indonesia karena varian Omicron.
Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane, menyebut varian Omicron berkembang lebih cepat di Indonesia dibandingkan varian Delta tahun lalu.
Berbeda dengan Delta yang mendominasi di pusat provinsi, Omicron kini telah ditemukan di tingkat kabupaten/kota.
Menurut Pane kecepatan penyebaran varian Omicron ini terjadi karena sistem karantina RI memang sudah lemah sejak awal.
- 63.178.098 Penerima Vaksinasi COVID-19 Dosis Penguat di Indonesia
- Update Covid-19 Kamis 23 Juni, Tambah 1.907 Kasus Baru
- IDI Menyebut Aturan PCR Negatif Kembali Diberlakukan
- Tanggapan Luhut Pandjaitan Soal Kasus Covid-19 Naik, Netizen: Tanda-Tanda Mau Lebaran Neh
- Waspada! Gejala Omicron Seringkali Tak Sampai Demam
“Ini karena rapuhnya pusat-pusat karantina kita. Rapuhnya sudah dimulai dari awal,” kata Pane dalam program e-Life, Jumat, 4 Februari 2022.
Virus itu datang dari negara lain dan menyebar dengan cepat, terutama di kalangan pekerja migran yang baru dipulangkan.
Seperti yang dilansir dari Detikcom. Sabtu, 5 Februari 2022, Pane menyebut adanya pungutan liar dan juga pengurangan masa karantina membuat peningkatan kasus di Indonesia makin sempurna.
“Sudah ada diskresi pengecualian untuk orang terhormat, pungutan liar, pengurangan masa karantina, itu semua berkolaborasi dengan baik membuat peningkatan kasus kita sangat sempurna,” lanjutnya.
Pane mengingatkan COVID-19 Omicron tidak bisa dianggap sepele hanya karena gejalanya ‘ringan’.
Tantangan sebenarnya bisa jadi dampak potensi kesehatan yang bisa timbul setelah infeksi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
