Terkini.id, Makassar – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Makassar untuk selalu siaga dan waspada.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar, Suhadi Hamid meminta kepada seluruh manajemen dan penumpang kapal di Pelabuhan Makassar untuk selalu siaga dan waspada terhadap cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan dan terkhusus lagi di Makassar dalam beberapa hari belakangan ini.
Menurut Suhadi, saat ini masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut khususnya yang melalui Pelabuhan Makassar jumlahnya masih cukup tinggi, usai liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Saat ini khusus di Pelabuhan Makassar masih cukup ramai, terutama oleh para pemudik yang baru selesai libur Nataru. Melihat kondisi cuaca yang cukup ekstrem akhir-akhir ini,”bebernya.
“Saya mengimbau kepada seluruh penumpang kapal untuk waspada dan juga selalu memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” lanjut Suhadi.
- Pelindo Multi Terminal Siap Dukung Hilirisasi dan Komoditas Baru di Indonesia Timur
- Dirut Pelindo Dorong Layanan Pelabuhan Lebih Aman dan Efisien di Makassar
- Sinergi Pelindo-Pemkot Makassar Dorong Modernisasi Kawasan Pelabuhan
- Arus Penumpang Lebaran 2026 Naik 10,41 Persen, Pelindo Regional 4 Layani 758 Ribu Orang
- Arus Mudik Pelindo Regional 4 Naik 8,25 Persen, Balikpapan dan Makassar Jadi Pelabuhan Tersibuk
“Bagi petugas di lapangan, saya juga mengimbau agar terus siaga dan waspada terhadap kondisi cuaca saat ini yang cukup ekstrem. Selalu gunakan Alat Pelindung Diri (APD) terutama jika sedang bertugas,”katanya lagi.
Disebutkan juga bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, PT Pelayaran Indonesia (Pelni), Kantor Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, dan Badan SAR Nasional atau BASARNAS, untuk bersama-sama mengantispasi kondisi atau situasi yang tidak diinginkan.
Sebelumnya ada penyampaian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bahwa cuaca ekstrem kali ini salah satunya ditandai dengan tingginya curah hujan.
BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai dampak dari potensi cuaca ekstrem ini, yaitu adanya potensi bencana hidrometeorologis, yaitu suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).
Seperti diketahui, BMKG memberi peringatan dini cuaca ekstrem, di mana hujan lebat berpotensi akan menerjang wilayah Sulsel selama sepekan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
