Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bermohon ke Pemerintah Provinsi Sulsel untuk menyelesaikan pengerjaan stadion Barombong. Saat ini, pemerintah kota menunggu penyerahan aset dari pemerintah provinsi.
“Kalau kami diberi tugas untuk menyelesaikan stadion Barombong, saya siap 100 persen. Tapi kan penganggaran ini punya proses-proses prosedural secara birokrat misalnya penyerahan aset,” kata Danny Pomanto, Senin, 28 Februari 2022.
Bila persyaratan tersebut terpenuhi, Danny menyebut siap menerima tugas untuk memfungsikan stadion Barombong secara maksimal.
Danny mengaku menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk merampungkan pembangunan stadion tersebut.
Dengan anggaran tersebut, Danny mengklaim bakal menghadirkan lapangan dengan standar internasional. Ia mengatakan akan mengganti rumput lapangan tersebut sebab struktur tanah tak memadai.
- Appi Temui Danny Pomanto di Momen Lebaran, Sepakat Saling Support Pembangunan Makassar
- Open House Idul Fitri Danny Pomanto Jadi Simbol Toleransi, Tokoh Lintas Agama Bernyanyi Bersama
- Momen Idul Fitri di Karebosi, Danny Pomanto, IAS dan Appi Salat Id Satu Saf
- Mantan Walikota Makassar Danny Pomanto Kenang Sosok Andi Yasir, Figur Pamong Berdikasi
- Evaluasi Motor Sampah Listrik: Munafri Tinjau Ulang Proyek Warisan Danny Pomanto
“Awalnya 100 miliar saya jamin Insyaallah bersama-sama teman-teman di DPRD 100 m di perubahan. Lapangannya dulu, karena lapangannya yang paling parah,” tuturnya.
Merespons itu, Pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Negara Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis mengatakan hal tersebut tak terlalu mendesak dan menjadi prioritas.
Menurutnya, yang paling mendesak saat ini adalah menuntaskan gaji tenaga honorer yang menunggak selama 2 bulan.
Bastian pun mengingatkan agar pemerintah kota tak terjebak untuk mendapatkan pujian dan penghargaan dengan merencanakan hal besar namun mengabaikan hal paling mendasar.
“Yang mendesak dan prioritas adalah perut orang harus diisi karena mereka sudah bekerja. Senang dipuji padahal implementasi di masyarakat hasilnya nol besar,” kata Bastian.
Ia mengatakan pemerintah kota seharusnya menyelesaikan terlebih dulu urusan wajib. Bukan justru bicara urusan pilihan dan dijadikan prioritas, seperti mengambil alih stadion Barombong.
“Prioritas keuangan negara itu bagaimana mensejahterakan masyarakat, terutama pegawai kontrak dan honorernya, mereka sudah bekerja tapi kok tidak dibayar. Bagaimana mau jadi kota dunia kalau begitu,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
