Terkini, Makassar – Ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai forum silaturahmi saudagar Bugis Makassar, tetapi juga sebagai ruang lahirnya gagasan kolaborasi antara dunia pendidikan, bisnis, dan industri untuk mencetak generasi entrepreneur masa depan.
Rektor Institute Teknologi dan Bisnis Arung Palakka (ITB-AP) Bone Dr. Rabiatul Adawiyah Hamid, menilai PSBM memiliki kekuatan besar dalam membangun jaringan dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang mandiri secara ekonomi dan mampu membuka lapangan kerja.
Ia menegaskan bahwa pendidikan saat ini harus mampu mengubah pola pikir generasi muda agar tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai negeri atau pejabat, tetapi juga menjadi pengusaha dan inovator bisnis.
Perguruan tinggi, kata dia, harus hadir sebagai pencetak wirausaha, bukan hanya pencetak pencari kerja.
- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Wakil Wali Kota Makassar Sambut Delegasi Pakistan, Fiji, dan Australia dalam IGS Diplomatic Tour 2026
- RISE Antar Makassar ke Panggung Dunia, Raih WRI Ross Center Prize for Cities 2025--2026
“Kami di Institute Teknologi dan Bisnis Arung Palakka (ITB-AP) Bone memiliki program studi Geologi, Bisnis Digital dan Kewirausahaan. Harapannya, anak-anak kita tidak harus jadi PNS atau pejabat, minimal mereka punya usaha dan bisa menjadi entrepreneur,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak potensi komoditas lokal yang bisa mendunia jika dikelola dengan kolaborasi yang baik antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan industri.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah komoditas kopi yang memiliki peluang besar di pasar global jika dikelola dari hulu hingga hilir secara bersama.
“Bagaimana bisnis kopi itu bisa mendunia. Kita harus mulai dari menanam dulu, setelah menanam kita kolaborasi di dunia bisnis dan industri,” katanya.
Dalam momentum PSBM ini, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pihak untuk mengembangkan pendidikan berbasis digital dan kewirausahaan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
