Terkini.id – Satgas Covid-19 meminta pemerintah lebih dulu membereskan persoalan pandemi Covid-19 daripada fokus untuk memperbaiki ekonomi.
Mengutip suaracom, jaringan terkini.id, Tim pakar Satgas Covid-19, dr. Iwan Ariawan, M.S.PH mengatakan, ekonomi akan membaik jika penularan Covid-19 telah dapat dikendalikan.
“Kita harus bereskan pandemi Covid-19 dulu baru ekonomi kita akan melesat. Kalau pandemi ini enggak beres-beres, ekonominya yang mandek terus,” kata dokter Iwan di Jakarta, Selasa 6 April 2021.
Fokus terpenting saat ini, lanjut dr. Iwan, untuk secepatnya mengendalikan kasus Covid-19 dengan cara-cara yang sebenarnya telah banyak diketahui publik.
“Mungkin sudah bosan juga dengarnya, dengan protokol kesehatan, terlacak isolasi, mengurangi pergerakan, vaksinasi, ini semua harus bersama-sama,” bebernya.
- Jubir Satgas Covid-19: SE Terbaru Pemerintah Menetapkan Bahwa Pelaku Kegiatan Berskala Besar Wajib Menunjukkan Status Vaksinasi Covid-19
- Satgas Umumkan Kasus Covid-19 Bertambah 342 di Hari Senin 6 Juni 2022
- Satgas Sebut Pengurangan Masa Karantina PPLN Bisa Diterapkan Setelah Surat Edaran Keluar
- Pemerintah Cabut Larangan Masuk 14 Negara ke Indonesia Terkait Omicron, Ini Alasannya
- Satgas Resmi Hapus Daftar 14 Negara yang Sempat Dilarang Masuk Indonesia Terkait Omicron
“Kita harus meredam dulu kalau mau ekonomi lebih baik. Kalau enggak, ya (kasus) jadi naik turun, enggak selesai,” lanjutnya.
Pembatasan pergerakan masyarakat melalui aturan PPKM mikro yang dilakukan sebelum vaksinasi dimulai, menurut dokter Iwan cukup memberikan dampak terhadap penurunan kasus harian, terutama di wilayah Jabodetabek. Meski tidak seketat ketika aturan PSBB tahun lalu.
“Itu membuktikan kalau kita atur, kita bisa memperlambat transmisi covid,” kata ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu.
Puncak pergerakan masyarakat biasanya akan terjadi ketika masa liburan panjang. Terdekat adanya libur Idulfitri.
Dokter Iwan mengatakan, jika masyarakat Jabodetabek saja mampu menahan untuk tidak mudik maka pergerakan masyarakat bisa turun hingga 30-40 persen.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
