Waduh! Satgas Covid-19 Tiba-Tiba Larang Masyarakat Isoman, loh Ada Apa?

Waduh! Satgas Covid-19 Tiba-Tiba Larang Masyarakat Isoman, loh Ada Apa?

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, hingga saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19 yang cukup menggila.

Saking banyaknya yang terpapar, bahkan di sejumlah daerah, RS atau tempat isolasi yang disediakan Pemerintah menjadi cukup sulit didapatkan.

Akibat pelonjakan yang cukup tinggi, RS maupun tempat isolasi resmi yang disediakan Pemerintah memang tampak kewalahan menerima pasien positif Covid-19 belakangan ini lantaran sudah melebihi daya tampung.

Oleh karena itu, isolasi mandiri pun terpaksa menjadi pilihan karena sulitnya mendapat tempat perawatan.

Namun, secara tiba-tiva Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta sejumlah pihak untuk tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus Corona.

Baca Juga

Loh, mengapa? Rupanya hal itu lantaran banyaknya temuan kasus kematian warga terpapar Covid-19 yang menjalani isoman.

Mereka diinformasikan kebanyakan meninggal dunia karena terlambat mendapat akses pengobatan yang baik.

Dijelaskan oleh Wiku, larangan itu berlaku untuk empat jenis kondisi, antara lain yang mengalami gejala sedang-berat, berusia di atas 45 tahun, memiliki komorbid, dan tidak memiliki tempat yang memadai untuk isoman.

Untuk itu, Wiku meminta mereka yang tidak seharusnya menjalani isoman di rumah untuk melakukan perawatan di rumah sakit lapangan atau tempat isolasi terpusat yang difasilitasi pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami mohon untuk tidak melakukan isoman,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia pada Kamis kemarin, 29 Juli 2021, dikutip terkini.id dari Reqnews.

Dijelaskannya, khusus di Jawa-Bali, Pemerintah sudah menyediakan sekitar 34 ribu tempat tidur isolasi.

Rinciannya, DKI Jakarta 17.594 tempat tidur, Jawa Barat 4.310 tempat tidur, Jawa Tengah 6.089, Jawa Timur 7.339, DI Yogyakarta 2.031, Banten 868, dan Bali 1.001 tempat tidur untuk isolasi terpusat.

“Manfaatkanlah tempat isolasi terpusat yang telah disediakan Pemerintah di wilayah Anda,” sambungnya.

“Perawatan di tempat isolasi terpusat diawasi langsung oleh nakes dan dipantau, baik tanda vital, gejala, pola makan, dan obat-obatannya sehingga jika terjadi perburukan bisa langsung ditangani.”

Sementara untuk pasien dengan tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan, kemudian tidak memiliki komorbid, berusia kurang dari 45 tahun, dan memiliki rumah yang ideal untuk menjalani isoman, maka Wiku berharap mereka juga tetap menjaga pola makan dan mengonsumsi obat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.