Terkini.id, Jakarta – Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin mendesak Presiden Jokowi untuk memecat Menteri Agama (Menag) Gus Yaqut lantaran memberi ucapan selamat Hari Raya Naw-Ruz 178 EB kepada umat Baha’i.
Menurut pihak PA 212, Gus Yaqut telah gagal paham dengan sejarah di Indonesia lantaran memberi ucapan kepada umat Baha’i tersebut.
“Presiden wajib pecat menteri agama karena gagal paham dalam sejarah di Indonesia dan sangat memalukan sekali,” kata Novel Bamukmin kepada JPNN Minggu 1 Agustus 2021.
Novel juga menilai, Yaqut sudah semestinya dipecat dari jabatan menteri lantaran telah kesekian kalinya melontarkan pernyataan yang membuat gaduh publik.
“Selalu bikin gaduh dengan mengadu domba anak bangsa,” tegas Novel Bamukmin.
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- PBNU Kritik Politik ldentitas, PA 212: Padahal Mereka yang Bermain Politik
- Gemira Berharap PA 212 Tetap Dukung Prabowo Hingga 2024
- Novel Bamukmin Sebut Akan Pasang Badan untuk Ferdy Sambo Jika Buka Kebohongan!
Bahkan, kata Novel, ucapan Gus Yaqut tersebut satu paket dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang sempat memberi ucapan selamat ulang tahun kepada Partai Komunis China.
Menurutnya, ucapan kedua tokoh itu telah memecah belah bangsa karena menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
“Ucapan yang telah dilakukan oleh menteri agama dan Megawati sudah satu paket ingin memecah belah bangsa dengan kegaduhan-kegaduhan yang dibuat,” ujar Novel.
Lantaran hal itu, Novel Bamukmin pun mendesak Presiden Jokowi untuk memecat Gus Yaqut. Jika tidak, maka menurutnya Jokowi harus mundur dari jabatannya sesuai konstitusi.
“Kalau Jokowi tidak bisa memberikan sanksi tegas maka Jokowi harus mundur sesuai konstitusi yang ada,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
