Terkini.id – Sejumlah program pengerjaan proyek infrastruktur di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan tidak akan rampung hingga akhir bulan Mei 2021.
Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi D DPRD Provinsi Sulsel bersama mitra kerjanya dan pengusaha, Rabu 21 Mei 2021.
Ketua Komisi D, Rahman Pina mengungkapkan, sejumlah proyek yang bersumber dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu, progresnya dianggap tidak sesuai dengan harapan.
“Rata-rata pengerjaan tidak akan selesai hingga akhir Mei, progresnya ada yang baru 10 persen, bahkan ada juga yang baru 7 persen,” ungkap Rahman Pina yang juga politisi Partai Golkar Sulsel ini.
Rahman Pina mewanti-wanti kontraktor yang mengerjakan proyek dengan menggunakan dana PEN, jika tidak selesai hingga batas waktu yang ditentukan akan diputuskan kontrak kerjasama, bahkan sanksi tegaskan akan di-blacklist.
- DPRD Sulsel Setujui MYP Tahap Dua Rp5 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas
- DPRD dan Pemprov Sulsel Batalkan Rencana Kenaikan Tarif BBNKB dan PBBKB
- DPRD Sulsel Tunda Pengesahan Ranperda Pajak, Kenaikan BBNKB dan PBBKB Dikaji Ulang
- Harga Telur Anjlok, DPRD Sulsel Minta Bulog Gelar Operasi Pasar
- 4 Bulan Merugi, Peternak Ayam Bagikan Telur Gratis di DPRD Sulsel
“Tadi ada penegasan pak gubernur bahwa semua kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontraknya akan diputus kontrak dan bahkan akan diblaclist tidak bisa lagi mengambil pekerjaan di Pemprov,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, ada tujuh program yang bersumber dari dana PEN Dinas PUTR Sulsel yaitu:
1. Pembangunan Bendung Lalengrie Kabupaten Bone dengan anggaran Rp21,5 miliar dan 41,9 miliar, perusahaan yang kerjakan PT Bumi Indolim Perkasa dan PT Andyna Putri Pratama.
2. Pembangunan Jalan Ruas Bua-Rantepao Kabupaten Luwu dikerjakan oleh, PT Lantoraland dengan anggaran Rp66 miliar lebih dan PT Makassar Indah Graha Rp66 miliar lebih.
3. Pembangunan Jalan Ruas Ussu-Nuha-Beteleme Batas Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Luwu Timur, dikerjakan oleh CV Intan Madani Rp9 miliar lebih dan Pt Muliatrans Marga dan Timur Jaya Kons KSO nilai proyek Rp43 miliar lebih.
4. Penanganan Jalan Kawasan Pucak Kabupaten Maros, dikerjakan oleh PT Mulia Trans Marga Rp38,5 miliar lebih.
5. Pembangunan ruas Jalan Passobo-Matangi-Massupu Kabupaten Tana Toraja dikerjakan oleh PT Ridwan Jaya Lestari Rp11 miliar lebih, PT Sabar Jaya Pratama (KSO) dan PT Gangking Raya nilai proyek Rp67 miliar lebih.
6. Pembangunan jalan ruas Rantepao-Sadan-Batustanduk 6 Km Kabupaten Toraja Utara, dikerjakan oleh PT Devi Farhana Mandiri Rp5 miliar lebih dan PT Delta Batara Jaya Jasa Konstruksi Rp72 miliar lebih.
7. Pembangunan jalan ruas Rantepao-Pangngala-batas Provinsi Sulawesi Barat, dikerjakan oleh CV Kurnia Jaya Karya Rp14 miliar lebih dan PT Alfindo Perkasa Rp58 miliar lebih.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
