Di Gowa, Penyuluh Beri Bantuan POC bagi Anggota KWT dan Melibatkan Mahasiswa Polbangtan

Mahasiswa Polbangtan Gowa Ikut Beri Bantuan POC

Dalam upaya upaya meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah maka dianjurkan penambahan bahan organik pada tanah dengan cara pemupukan menggunakan pupuk organik yang dapat mengikat unsur hara yang mudah hilang dapat terjadi melalui pencucian (leaching) akibat terbawa run off (aliran permukaan), perkolasi dan menguap di udara.

Hal ini juga diperkuat oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 505/Kpts/SR.130/12/2005 “menimbang: bahwa peranan pupuk sangat penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional” dan menetapkan pada pasal 1 poin 1: “Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah”.

Nur Pratiwi HM bersama mahasiswa Polbangtan Gowa lainnya yakni Dewi Citra, Kharisma Fajar, Aprisari Setiawan, Misbayanti melaksanakan kegiatan pendampingan di Dusun Hasana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa terhadap Ibu Marliah selaku Ketua kelompok Wanita Tani Bunga Turate, Ibu Nuranni Razak sebagai Penyuluh Kelompok Lanna, dan Pak Sarifuddin sebagai Kepala UPT Manuju, Senin (08/06).

Kegiatan pendampingan yang dilakukan yaitu berkordinasi dengan penyuluh terkait adanya bantuan pupuk cair ke Kelompok Wanita Tani Bunga Turate dan penerimaan bantuan pupuk cair.

Bermula saat mahasiswa pendampingan mengunjungi rumah ketua kelompok wanita tani dan melihat ketua KWT sedang menyambut tamu yaitu Penyuluh dan Kepala UPT dan jajarannya yang datang untuk memberikan bantuan kepada Kelompok Wanita Tani Bunga Turate”pungkasnya.

Menarik untuk Anda:

Bantuan pupuk yang diberikan kepada petani berupa pupuk hayati cair yakni “Pomi Pupuk Hayati Cair”. Pupuk organik cair POMI ini memiliki kandungan mikrobia pengurai bahan organik, seperti Azotobacter, Azospirillum, Aspergillus, Bacillus, dan Pseudomonas, yang berfungsi sebagai penambat N, pelarut P, pelarut K, serta penghasil fitohormon, vitamin, asam amino, dan zat anti penyakit tanaman. Pupuk organik cair POMI juga mengandung unsur hara makro (N, P, K, Ca, dan Mg) dan unsur hara mikro lengkap (unsur dominan pada B, Cu, Fe, dan Mo) dengan cara kerja pupuk ini yaitu memaksimalkan penyerapan pupuk kimia oleh tanaman.

POC merupakan salah satu contoh dari pupuk organik. Menurut Lingga dan Marsono (2003) pupuk organik cair adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur.

Pada umumnya pupuk cair organik tidak merusak tanah dan tanaman meskipun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk cair juga dapat dimanfaatkan sebagai aktivator untuk membuat kompos.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pupuk merupakan faktor penting dalam menghasilkan produksi pangan berkualitas.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik Unhas Loloskan 113 PKM, Peringkat Ketiga se Indonesia

FK Unhas Gelar Kuliah Umum Forensik Online

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar