Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar Nielma Palamba menegaskan soal maraknya pertamini di Makassar yang ilegal perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, ketika dikaji lebih mendalam banyak faktor yang merugikan masyarakat.
“Terutama masalah keamanan, Pertamini ini tidak punya penyimpanan dalam tanah, ini berbahaya. Selain itu masalah kenyamanan, masalah ukuran, kita tidak bisa mengetahui secara pasti apakah ukurannya sudah sesuai takaran atau tidak,” katanya saat di konfirmasi, Kamis 14 Maret 2019
Sejauh ini, kata Nielma, masih menunggu instruksi dari pusat, pasalnya dia telah mengomfirmasi terkait pertamini ini.
Maraknya pertamini tidak hanya di Makassar, Nielma mengatakan kasus serupa juga terjadi di Kota Bandung dan Surabaya.
“Kami telah membangun koordinasi dengan Surabaya dan Bandung dan sejauh ini masih menunggu tanggapan dari pusat terkait masalah ini,” ujarnya.
- 20 Tahun Makassar Terkini, Kepala Dinas Perdagangan: Terus Berinovasi
- Dinas Perdagangan Makassar Minta Pengusaha Beri Tambahan Suplemen Untuk Karyawan
- Harga Gula di Makassar Melambung Jadi Rp14 Ribu per Kilogram
- Ada Dualisme Tafsir, Pemkot Makassar Minta Perda Minol Dipertegas
- Tanggapi Tudingan Pihak Ekspedisi, Disdag Makassar: Letak Pilih Kasihnya di Mana?
Dia menegaskan perlunya Peraturan Daerah yang mengatur persoalan seperti ini. Menurutnya menjadi tidak wajar bila jarak Pertamini dan Pertamina berdekatan.
“Sejauh ini yang bisa kami lakukan hanya duduk bersama dengan Pertamina sembari menunggu hasil dari pusat,” terangnya.
Nielma: Persoalan utamanya adalah pabrik pembuat pertamini
Nielma bahkan menegaskan bahwa persoalan utamanya adalah pabrik pembuatnya. Selain itu, berdasarkan laporan yang diterimanya pertamini memiliki Asosiasi.
“Ini harus diselidiki, Siapa Pembuat Pertamini? Siapa yang memproduksinya? Siapa orang kreatif di belakang itu,” ujarnya.
Namun, ia menyampaikan bahwa hal demikian justru berguna kalau berada di kepulauan. Daerah di mana memang tidak ada pertamina.
“Kalau ada di kepulauan terpencil saya kira tidak masalah,” ungkapnya.
Terakhir, lanjut Nielma, sejauh ini pihaknya terus mengkaji persoalan tersebut sembari menunggu arahan dari pusat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
