Dishub Makassar Tuding Ojol Salah Satu Penyebab Kemacetan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muhammad Mario Said menilai salah satu penyebab kemacetan di Kota Makassar lantaran pengendara ojek online berkerumunan di depan pusat perbelanjaan.

Terkini.id, Makassar – Menanggapi perihal kemacetan yang terjadi setiap hari di Kota Makassar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muhammad Mario Said menilai salah satu penyebab kemacetan di Kota Makassar lantaran pengendara ojek online berkerumunan di depan pusat perbelanjaan.

Dia mengatakan, pengendara ojol memanfaatkan trotoar dan bahu jalan untuk parkir sambil mencari penumpang. Sehingga, kata dia, mengganggu arus lalu lintas.

“Perlu ada perlakuan khusus mengenai ojol. Kita berharap teman-teman ojol kalau mau menunggu penumpang cari tempat yang tidak mengganggu arus lalu lintas,” imbau Mario kepada pewarta, Kamis, 10 Oktober 2019.

Dia mengatakan pengendara ojol tersebut sudah dilengkapi dengan aplikasi yang berbasis online yang mampu mendeteksi lokasi penumpang. Sehinga, kata dia, pengendara ojol seharusnya mencari tempat menunggu yang tak menciptakan kemacetan.

“Sekarang ojol seperti bentor berkerumun, untuk apa? padahal dia kan punya apkikasi,” ungkapnya.

Menurut Mario, seyogyanya pengendara tersebut mencari tempat parkir di bagian belakang. Dia menilai kemacetan terus terjadi lantaran perilaku dan kemauan untuk melihat Kota Makassar lebih baik yang minim.

“Tapi kalau sebagian besar masyarakat berpikir tidak mau peduli terhadap Kota Makassar maka hasilnya seperti ini, macet,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pihaknya sudah seringkali berbicara dengan pengendara ojol agar mencari tempat yang lebih baik untuk mencari penumpang. Namun, kata dia, tingkat kesadaran pengendara untuk tak menciptakan kesemrawutan masih kecil.

“Kita juga sudah sering mengambil tindakan berupa pengembokan bagi pengendara yang melanggar dan tak menaati rambu-rambu lalu lintas. Tapi kembali lagi pada perilaku masyarakat,” paparnya.

Komentar

Rekomendasi

Bantuan Terus Berdatangan di Posko Induk Covid-19 Makassar

Kabar Duka, Satu Pegawai Pemkot Makassar Meninggal Dunia Usai PDP Corona

Dekan FTI UMI Minta Pemkot Berdayakan Pelaku UMKM Produksi Masker

Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

PMI Makassar: Kerja Gugus Tugas Covid-19 Tak Ada Artinya Jika Warga Tetap Keluar Rumah

Dampak Covid-19, Dispar Makassar Perpanjang Penutupan Sementara Industri Pariwisata

PMI: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Deng Ical: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar