Disindir dr Tirta, Gubernur Banten Sentil Balik Singgung Nakes Terbatas: Dokter Kurang Kerjaan, Turun ke Lapangan!

Disindir dr Tirta, Gubernur Banten Sentil Balik Singgung Nakes Terbatas: Dokter Kurang Kerjaan, Turun ke Lapangan!

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Gubernur Banten, yakni Wahidin Halim, baru-baru ini menyentil balik dr. Tirta yang sebelumnya diketahui menyindir duluan.

Hal itu bermula dari dr. Tirta yang mengkritik akun informasi Covid-19 milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten lantaran dinilai selalu melulu menampilkan wajah gubernur dan wakil gubernur.

Melalui akun YouTube-na, dr. Tirta tampak membandingkan sejumlah akun Dinkes, mulai dari DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

Nah, begitu menampilkan akun milik Banten, yang muncul justru wajah gubernur dan wakilnya sehingga dengan sarkastis dr. Tirta menganggapnya sebagai akun edukasi Covid-19 paling rapi dibandingkan daerah lain.

“Jadi, kita nobatkan Dinkes Prov Banten foto feed Instagram-nya edukasi Covid-nya paling rapi,” ujar dr. Tirta, dikutip terkini.id dari JurnalPatroliNews pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Baca Juga

“Ini Instagramnya rapi sekali. DKI, Jateng, Yogya, Jatim, lewat semua! Paling bagus Prov Banten. Bismilah, komisaris,” sindirnya.

Potongan video itu pun tersebar dan bahkan diunggah ulang olah beberapa akun media sosial di Banten hingga akhirnya mendapatkan respons dari pihak terkait.

Oleh Gubernur Wahidin Halim, sindiran itu dianggap kurang kerjaan. Menurutnya, memang di setiap feed akun itu ada wajahnya dan wakilnya, tetapi pada slide kedua dan ketiga menunjukkan informasi update soal Covid-19 setiap hari.

“Lagi pula, dokter kurang kerjaan yang gini-gini kok dikomentari, turun ke lapangan! Tenaga kesehatan kurang dan terbatas,” tanggap Wahidin begitu dimintai respons melalui aplikasi pesan di Serang pada Jumat kemarin, dikutip terkini.id dari detikcom.

Jubir Satgas Covid-19, Ati Pramudji Hastuti, pun turut memberikan respons di mana ia berkata bahwa akun informasi Covid-19 itu jangan dilihat hanya di slide pertama.

Lantaran menurutnya, di setiap unggahan ada tiga slide di mana berisi informasi data dan peta zonasi setiap kabupaten dan kota.

“Bukan hanya menampilkan wajah gubernur dan wagub saja, tapi berisi informasi data Covid dan peta zonasi per kabupaten kota,” jelas Ati melalui pesan terpisah.

Setelah ada kritik netizen, penanggung jawab akun resmi itu kini diinformasikan dipegang oleh petugas dari Dinas Kominfo dan juga ada tenaga IT yang diperbantukan untuk mengelola akun tersebut.

“Ditugaskan oleh Sekda untuk diperbantukan ke Dinkes melalui surat yang dikirim oleh BKD,” paparnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.