Disperkim Kota Makassar Serahkan Sembilan SKK Fasum Fasos ke Kejaksaan

Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar, Suhartini menyerahkan 9 Surat Kuasa Kkusus (SKK) fasum fasos yang diduga bermasaalah kepada Kejaksaan Negeri Makassar.

Terkini.id,Makassar – Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar, Suhartini menyerahkan 9 Surat Kuasa Kkusus (SKK) fasum fasos yang diduga bermasaalah kepada Kejaksaan Negeri Makassar.

Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar didampingi oleh Kepala Inspektorat, Zainal Ibarahim dan mantan Kadis DTRB, Ahmad Kafrawi, juga hadir sejumlah instansi pemkot Makassar yang tergabung dalam Tim Penyelamat aset kota Makassar, termasuk dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Makassar.

“Ada 9 titik SKK fasum fasos yang kami sudah serahkan kepada Kejari Makassar, ” kata Suhartini, Selasa 11 Juni 2019.

Menurutnya, upaya Tim Penyelamat aset Kota Makassar dengan masuknya pihak KPK dan peran serta media dalam menyelamatkan fasum fasos, baik yang bersoal ataupun dalam kedudukan pihak pengembang belum menyerahkan kepada Pemkot, sudah mulai  berangsur beritikad baik untuk segera menyerahkan fasum fasosnya ke Pemkot Makassar.

“Tim penyelamat aset bekerja keras, penegak hukum masuk, seperi Kejaksaan dan KPK, sekarang ini ada beberapa pengembang yang sudah menyerahkan berkas administrasinya, jadi tahapannya kami sementara verifikasi kelayakan administrasinya, ” ungkapnya.

Sementara itu Kabid PSU Disperkim Kota Makassar, Andi Gari Baldi saat dikomfirmasi terkait apa saja yang menjadi kendala pada 9 SKK fasum fasos yang diserahkan kepada pihak Kejari Makassar, ia menjelaskan, bahwa yang menjadi temuan ada dua item kasus.

“Dari 9 SKK tersebut ada 2 diantaranya yang diduga bermasaala, yakni GMTD dan Perumahan BTP. Kemudian 7 SKK persoalanya administrasi, ada yang tidak membayarkan kompesasi lahan kuburan, dan sejumlah berkasnya tidak memenuhi syarat. Tapi dari 7 SKK potensinya akan diserahkan ketika syarat administrasinya sudah terpenuhi,” jelas Gari Baldi.

Sebelumnya telah disampaikan oleh Kadis Perkim, bahwa pasca turunnya KPK dalam kasus fasum fasos ini, ada pengaruh yang signifikan terhadap pihak pengembang untuk menyerahkan fasum fasosnya.

“Kami dari tim verifikasi PSU Disperkim, akan lebih proaktif lagi menyikapi jika ada lahan fasum fasos yang diduga berubah siteplan ataupun dialihfungsikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tentu peran masyarakat, khususnya teman – teman media yang selama ini banyak membantu mengungkap carut marut fasum fasos di Makassar sangat dibutuhkan.

“Untuk bisa memberikan informasi, artinya kita bangun komunikasi, karena ini persoalan hak publik,” ujarnya.

Gari Baldi menambahkan, sebagai tindak lanjut proses hukumnya, kita serahkan kepada pihak Kejaksaan, untuk proses hukum selanjutnya kita tunggu hasil kajian hukum pihak Kejaksaan.

“Jadi dari 9 SKK itu 2 yang dilakukan pendalaman hukum yang berbeda, sementara 7 SKK sifatnya administrasi, “ terangnya.

Diketahui sebelumnya, sebelum masa akhir jabatan Ir. Moh. Ramdhan Pomanto sebagai Wali Kota Makassar, Danny Pomanto bersama tim penyelamat aset dan KPK melakukan peninjauan disejumlah titik fasum fasos yang diduga bersoal.

Dari titik yang ditinjau oleh KPK yang dipimpin langsung oleh Korsupgah Wilayah VIII KPK RI, Alamsyah Malik Nasution, 10 SKK yang diserahkan ke pihak Kejari Makassar ada didalamnya.

Adapun titik yang pernah ditinjau oleh KPK bersama Kejari dan Pemkot Makassar era Danny Pomanto, yakni, GMTD, Terminal Toddopuli, CCR, Terminal Daya, lahan Pergudangan di Jalan Tol Ir Sutami Makasaar, fasum fasos di Jalan Faisal.

Berita Terkait