Ditolak Jadi PNS Gegara Penyandang Disabilitas, Dokter Gigi Romi Kirim Surat ke Jokowi

Penyandang disabilitas Dokter gigi Romi ditolak jadi PNS oleh Bupati Solok Selatan. (Foto: Kompas)

Terkini.id, Solok Selatan – Seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berprofesi sebagai dokter gigi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Romi Syofpa Ismael, dibatalkan kelulusan PNS-nya oleh Bupati Solok Selatan karena penyandang disabilitas. Padahal dirinya sempat dinyatakan lulus.

Romi sendiri telah mengabdi di sebuah puskesmas di daerahnya di Solok Selatan, salah satu daerah tertinggal di Sumatera Barat, sejak 2015.

Dilansir dari Kompas, Selasa, 23 Juli 2019, pada tahun 2016 silam seusai melahirkan, Romi mengalami lemah tungkai kaki. Namun, keadaan itu tidak menghalangi dirinya untuk tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat di Puskesmas Talunan.

Pada 2017, karena dedikasinya, Romi mendapat perpanjangan kontrak dan diangkat sebagai tenaga honorer harian lepas. Kemudian tahun 2018, Romi mengikuti seleksi CPNS. Romi diterima karena menempati ranking pertama dari semua peserta.

Namun sayangnya, kelulusan Romi sebagai PNS dibatalkan lantaran ada peserta yang melaporkan bahwa Romi mengalami disabilitas.

Dokter gigi Romi dibatalkan kelulusan PNS-nya karena penyandang disabilitas. (Foto: Langgam)

Romi kirim surat ke Presiden Jokowi

Menarik untuk Anda:

Saat ini, Romi tengah memperjuangkan nasibnya yang mengalami diskriminasi gagal menjadi (PNS) karena kondisi disabilitas.

Salah satu langkah yang diambil perempuan kelahiran 1986 itu adalah mengirim surat kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Surat itu dilayangkannya ke istana pada 25 Maret lalu setelah pada 18 Maret 2019 ia dinyatakan Bupati Solok Selatan tak bisa lolos karena kondisinya tak sesuai dengan persyaratan formasi umum.

“Waktu itu tidak tahu lagi, Pak, mau mengadu sama siapa. Waktu itu sudah titik buntu, sedih sangat sedih, soalnya pengabdian yang cukup panjang di sana (Solok Selatan),” kata Romi, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 24 Juli 2019.

Surat itu, kata Romi, tidak langsung direspons oleh Presiden Jokowi maupun pihak istana. Ia pun maklum saat itu Jokowi tengah disibukkan dengan kegiatan kampanye.

Namun beberapa lama kemudian, Romi mengaku sudah berbicara dengan pihak staf presiden yang menyatakan bahwa suratnya itu masih dalam proses.

“Tadi ada komunikasi melalui staf kepresidenan, beliau ikut membantu dalam permasalahan ini tapi masih dalam proses. Bisa bertemu Kemenpan RB karena beliau yang mengeluarkan aturan,” kata Romi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

UINAM Gelar Wisuda Daring, Rektor: Mengurangi Kekhidmatan

Pandemi, Disdukcapil Jeneponto Datangi Pelosok Desa dan Sekolah untuk Beri Pelayanan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar