Masuk

Divonis 1 Tahun Penjara, Permohonan Rehab Nia Ramadhani dan Suami Ditolak Hakim

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pasangan selebriti Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, beserta sopirnya secara mengejutkan divonis satu tahun penjara. 

Sebelumnya pihak kuasa hukum Nia Ramadhani sempat mengajukan pledoi mengenai keringanan hukuman rehabilitasi terhadap Nia Ramadhani cs. 

Namun keputusan hakim justru jauh berbanding terbalik dari apa yang diharapkan. 

Baca Juga: Usai Jalani Rehabilitasi, Pemkot Makassar Kembalikan Status ASN M Sabri

Melansir dari detikhot, Majelis hakim menilai ketiganya bukanlah pecandu atau korban dari penyalahgunaan narkotika, sehingga permohonan hukuman rehabilitasi yang diajukan pada sidang sebelumnya dinyatakan ditolak. 

Melihat dari kriteria seseorang yang disebut sebagai pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika, dimana yang paling sering terjadi yaitu mereka akan merasakan candu untuk terus menerus menggunakan narkoba. 

Namun, Majelis hakim menyatakan bahwa kriteria tersebut tak didapati pada ketiganya. 

Baca Juga: Hotman Ungkap AKBP Doddy Gunakan Alasan Seolah Diperintah Atasan Dalam Menjerat Irjen Teddy Minahasa

“Yang dimaksud pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan narkotika mengalami ketergantungan terhadap narkotika baik secara fisik, atau psikis. Sedangkan yang dimaksud dengan ketergantungan narkotika adalah kondisi yang ditandai dengan dorongan menggunakan narkotika secara terus menerus dengan takaran yang meningkat apabila penggunaan dikurangi menimbulkan gejala pada fisik dan psikis,” jelas majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat saat membacakan amar putusan Nia Ramadhani cs, dikutip dari detikhot, Selasa 11 Januari 2022. 

“Berdasarkan keterangan terdakwa 2 (Nia Ramadhani) mulai mengenal narkotika dari teman-temannya dan hanya melihat teman-temannya menggunakan narkotika. 2014 ketika ayah terdakwa meninggal dunia, mulai saat itulah sampai dengan bulan April 2021 terakwa merasa sangat kehilangan dan tidak cerita kesedihannya. Sedangkan terdakwa 2 selalu dituntut sempurna di depan publik,” kata majelis hakim. 

“Hingga akhirnya sejak April 2021, terdakwa dua mulai menyuruh terdakwa satu (sopir) untuk membeli dan memakai sabu bersama-sama juga bersama terdakwa tiga,” sambungnya. 

Berdasarkan penjelasan Nia Ramadhani cs, sejak April 2021 hingga ditangkap mereka sudah sekitar 4 kali mengkonsumsi narkoba.

Baca Juga: Mantan Kapolda Sumbar Diduga Terancam Hukuman Mati

Akan tetapi, jika tidak memakai narkoba mereka sama sekali tidak merasakan gejala apa pun. 

“Jika para terdakwa tidak menggunakan narkotika tidak merasakan apa-apa,” kata majelis hakim. 

“Dari fakta tersebut, majelis menilai terdakwa bukanlah masuk kualifikasi sebagai pecandu. Tidak dapat menunjukkan para terdakwa menggunakan narkotika dalam keadaan ketergantungan narkotika baik secara fisik maupun psikis harus dilakukan secara terus menerus,” tegasnya. 

Mereka juga tidak bisa disebut korban karena dengan sadar dan tanpa paksaan membeli narkoba. 

“Para terdakwa juga tidak bisa dapat dikualifikasikan sebagai korban penyalahgunaan narkotika karena menggunakannya bukan secara tidak sengaja, atau dibujuk, diperdaya, atau dipaksa. Melainkan para terdakwa secara dengan sadar menggunakan narkotika. Didahului dengan terdakwa dua menyuruh terdakwa satu membeli narkotika dan terdakwa dua merakit sendiri dan menggunakannya secara bergantian bersama-sama dengan terdakwa tiga,” tutur majelis hakim. 

“Oleh karena itu para terdakwa tidak masuk kualifikasi pecandu dan atau korban penyalahgunaan narkotika yang wajib jalani rehabilitasi medis,” pungkasnya.