Sebut Anies Lemah jika Tak Polisikan Abu Janda, Dokter Lisa: Saya Gak Butuh Pemimpin Model Begitu

Sebut Anies Lemah jika Tak Polisikan Abu Janda, Dokter Lisa: Saya Gak Butuh Pemimpin Model Begitu

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaDokter Lisa Amarta Tara melontarkan sindiran keras kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dokter Lisa menilai bahwa jika Anies Baswedan tidak melaporkan Abu Janda, maka ia berarti orang yang lemah.

“Kalo Pak Anies Baswedan TIDAK MELAPORKAN ABU JANDA ke Divisi Humas Polri.. Fixed LEMAH!” kata Dokter Lisa melalui akun Twitter @Lisaamartatara4, seperti dikutip terkini.id pada Sabtu, 9 Juli 2022. 

Dokter Lisa pun menyindir bahwa ia tidak membutuhkan pemimpinan yang diam saja meski sudah dihina berkali-kali.

“Dan saya gak butuh pemimpin model seperti itu.. Sudah dinjak berkali-kali dihinakan berkali-kali tapi sok cool apalagi sama orang semodel Abu Janda, Fixed LEMAH!” katanya.

Baca Juga

Dilansir dari CNN Indonesia, sebelumnya, Abu Janda mengunggah video yang diduga tidak utuh atau sudah melewati proses pengubahan.

Dalam video versi Abu Janda, Anies Baswedan dibuat seolah-olah mengatakan “ACT menciptakan sebuah sistem yakni masyarakat yang kekurangan memberikan kepada yang berpunya”.

Dalam video versi Abu Janda ini, Anies Baswedan menyebut hal itu sebagai inovasi profit. Abu Janda juga membubuhkan tulisan “Anies menjelaskan sistem ACT”.

“Pak Anies Baswedan menjelaskan sistem ACT Aksi Cuan Terus (Parodi) akhirnya jadi jelas setelah dijelaskan pak Anies,” tulis Abu Janda.

Belakangan, ditemukan video serupa versi utuh atau belum diedit. Video itu ditayangkan di situs resmi ACT.

Dalam video asli, Anies Baswedan mengatakan hal sebaliknya dari video yang yang diunggah oleh Abu Janda.

“Karena itu saya menyampaikan apresiasi bahwa ACT langsung bertindak cepat, langsung bertindak tanggap. Menciptakan suatu sistem di mana mereka yang berpunya memberikan kepada mereka yang kekurangan, mereka yang berlebih memberikan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Anies Baswedan.

“Sistem ini merupakan sebuah pendekatan yang amat menarik karena bukan lewat negara tapi lewat antar masyarakat,” sambungnya.

Sekedar informasi, ACT dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan publik setelah Majalah Tempo mengeluarkan laporan utama berjudul “Kantong Bocor Dana Umat”.

Laporan tersebut membahas soal isu gaji petinggi ACT yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Dalam laporan tersebut juga disebut bahwa petinggi ACT menerima sejumlah fasilitas mewah dan memotong uang donasi.

Adapun Abu Janda telah buka suara soal potongan video pidato Anies Baswedan mengenai Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang ia unggah.

Permadi menjelaskan bahwa apa yang diunggahnya merupakan sebuah parodi atau sekadar lucu-lucuan.

“Caption jelas ditulis parodi, humor plesetan. Buat lucu-lucuan,” ujar Abu Janda pada Kamis, 7 Juli 2022.

Abu Janda juga membantah tudingan bahwa video yang ia unggah adalah hoaks. Menurutnya, keterangan dalam unggahan tersebut sudah menjelaskan.

“Bukan hoaks kalau sudah clear dijelaskan itu parodi,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.