Makassar Terkini
Masuk

Jokowi Dapat Info Terkait Krisis Global, Dokter Tifa: Tugas Bapak Bukan Jadi Jubir PBB

Terkini.id, Jakarta – Ahli Epidemiologi Dokter Tifa menyoroti ucapan Presiden Jokowi yang berujar telah mendapatkan info dari lembaga internasional soal ramalan kondisi dunia pada tahun 2023.

Dalam akun media sosialnya, Dokter Tifa berpendapat sudah seharusnya Presiden Jokowi fokus untuk mencari solusi terkait masalah krisis ekonomi, pangan dan energi bukan menjadi juru bicara PBB.

“Baru tahu 2023 bakal krisis ekonomi, pangan, & energi dr “bocoran” PBB & IMF? Kemana aja sih, Pak baru tahu sekarang?” tanya Dokter Tifa, dikutip dari Twitter @DokterTifa, Senin 8 Agustus 2022.

Dokter Tifa juga menyinggung soal gaji Jokowi yang berasal dari uang rakyat.

“Tugas Bapak bukan jd Jubir PBB. Tugas Bapak CARI SOLUSI! Utk itulah kami, rakyat, kasih Bapak  gaji &  kasih fasilitas segala macam!” seru Dokter Tifa.

Cuitan Dokter Tifa Soal Ucapan Presiden Jokowi Tentang Krisis Global (Twitter @DokterTifa)

Sebagai informasi, Presiden Jokowi mengaku mendapatkan bocoran terkait prediksi ekonomi pada tahun 2023 dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), IMF dan Kepala Negara G7.

Informasi yang berhasil Presiden Jokowi dapatkan dari lembaga dunia ini adalah tentang kondisi dunia tahun depan yang diramal akan semakin memburuk.

Seluruh negara di dunia diprediksi akan semakin sulit untuk menghadapi krisis pangan, ekonomi dan energi.

“Beliau-beliau menyampaikan ‘Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit’. Terus kemudian seperti apa? Tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia. Hati-hati, jangan bukan Indonesia, yang saya bicarakan tadi dunia,” ucap Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), dikutip dari liputan6.com, Senin 8 Agustus 2022.

Menurut prediksi PBB, IMF dan Bank Dunia, kondisi ekonomi 66 negara akan semakin ambruk, bahkan sebagian masyarakatnya sudah menderita kelaparan akut.

“Sekarang sudah mulai satu per satu (negara ambruk). Angkanya adalah 9 lebih dulu, kemudian 25, kemudian 42, mereka detail mengkalkulasi. Apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut. Ini saya sampaikan apa adanya,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung inflasi yang dialami oleh beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Singapura, Eropa dan Australia.

Inflasi yang semakin tinggi membuat harga bahan pokok di negara maju ini semakin mahal.

“Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga-harga semua naik. Ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan,” tutur Presiden Jokowi.

Diketahui bahwa inflasi di Amerika Serikat saat ini telah mencapai angka 9,1 persen yang mengakibatkan harga bensin naik dua kali lipat.

Berdasarkan fakta tersebut, Presiden Jokowi memuji pemerintah yang ia pimpin karena masih memberikan subsidi BBM untuk masyarakat Indonesia yang totalnya mencapai Rp502 triliun.

Lebih lanjut lagi, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan negara maju tidak akan berani menggunakan cara Indonesia yang masih memberikan subsidi sebesar ratusan triliun rupiah.

“Tidak ada negara berani memberikan subsidi sebesar yang dilakukan Indonesia,” tegas Jokowi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ditemukan tanggapan Presiden Jokowi terkait ucapan Dokter Tifa tersebut.