Terkini.id, Jakarta – Komisi VI DPR RI menyetujui terkait permintaan suntikan dana dari Menteri BUMN, Erick Thohir untuk BUMN sebesar 73 triliun untuk tahun 2023.
Terkait persetujuan suntikan dana untuk BUMN, Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu lantas mencolek Presiden Jokowi dalam cuitannya di media sosial Twitter yang dilihat pada, Selasa 5 Juli 2022.
Said Didu dalam tweetnya mengunggah dua capture berita yang salah satu judul berita yang ia posting menyangkut pernyataan Presiden Jokowi yang meminta BUMN tidak manja.
Dalam narasi cuitannya, Said Didu menyampaikan kepada Jokowi bahwa anak buahnya (Jokowi) tidak melaksanakan anjuran Presiden untuk tidak manja.
Melainkan melakukan hal sebaliknya dengan meminta restu penyuntikan dana untuk BUMN kepada DPR RI.
“Bapak Presiden yth, nih anak buah bapak tidak melaksanakan anjuran bapak agar BUMN tidak manja dan selalu mint

a PMN”, tulis Said Didu.
Kendati demikian, Said Didu dalam cuitannya juga menyinggung mengenai usulan APBN yang diusulkan oleh Jokowi, dia kemudian mempertanyakan siapa yang tidak konsisten dalam berstatement.
“Eh maaf, lupa yang usulkan APBN kan Bapak, berarti yang manja dan tidak konsisten siapa ya pak?”, tulisnya lagi.
Lantas eks Sekretaris BUMN ini juga mempertanyakan mengenai besaran jumlah dana yang telah masuk ke BUMN sejak tahun 2014.
“Sudah berapa ratus trilyun PMN ke BUMN sejak 2014?”, tulis Said Didu menambahkan.
Selain itu, melalui cuitannya yang lain, Said Didu menyebutkan bahwa akhir-akhir ini PMN lebih banyak digunakan untuk menutupi kerugian yang dialami oleh BUMN.
“Setuju. PMN akhir-akhir ini lebih banyak digunakan untuk menutupi kerugian BUMN karena penugasan”, cuit Said Didu.

Sebagai informasi, suntikan dana yang diperoleh oleh BUMN dengan jumlah 73 Trilyun terbagi menjadi PMN tunai Rp 69,82 T, dan PMN non tunai sebesar Rp 3,44 T yang akan di alirkan ke 10 perusahaan BUMN.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
