DPRD Tetapkan Renja untuk Optimalkan Kinerja Dewan

Terkini.id – DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan Rencana Kerja (Renja) tahun anggaran 2021 2022 melalui rapat paripurna DPRD, Rabu 28 Juli 2021.

Rapat paripurna itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Ina, wakil ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin dan Syaharuddin Alrif yang dihadiri perwakilan fraksi anggota DPRD Sulsel baik hadir secara langsung maupun secara virtual.

Andi Ina Kartika Sari mengungkapkan, penetapan Renja bisa diterapkan karena menurutnya Renja merupakan pegangan dokumen untuk pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS).

Baca Juga: Bersama DPRD Tandatangani Ranperda Perubahan APBD, Plt Gubernur Sulsel: Ini...

“Semoga tim perumus Renja yang berjumlah 20 orang bisa bekerja dengan baik yang diketuai langsung oleh Selle KS Dalle (ketua komisi A),” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Perumus Renja, Selle KS Dalle menyampaikan bahwa setelah timnya melakukan perumusan beberapa pekan terakhir ini pihaknya memiliki beberapa catatan yang penting untuk  disampaikan dan disetujui oleh semua fraksi.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Sulsel Sepakati Ranperda APBD Perubahan 2021

“Ada dua catatan yang paling penting untuk kegiatan 2022 diantaranya perlu ada revisi terkait dengan pemberian transfortasi peserta yang ikut rapat serta revisi soal biaya konsumsi di DPRD Sulsel lebih rendah dari daerah lainnya,” ungkapnya .

Yang kedua pihaknya tidak mau lagi ada format ganda sehingga berharap dalam waktu dekat ini akan melakukan revisi pergub 

“Tim perumus terdiri dari 20 orang yang telah dibentuk pada rapat pertama diminta jadi tim perumus sehingga laporan yang kami sampaikan di paripurna merupakan percikan dari 20 orang anggota,” katanya.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Sulsel Sepakati Ranperda APBD Perubahan 2021

Sekretaris Fraksi Golkar, Rahma Pina menyampaikan jika pihaknya memberikan empat catatan kepada renja yang pertama agar penyusunan tetap sesuai dengan perundang undangan yang berlaku. 

Kedua Renja tahun 2022 untuk utamakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Ketiga peningkatan kinerja anggota DPRD dan kedisiplinan dewan. Keempat sistem percepatan pelayan kesehatan. 

“Putusan ini menjadi satu kesatuan sehingga kami Fraksi Golkar setuju Renja 2022 untuk ditetapkan,” ucapnya.

Senada Ketua Fraksi NasDem Ady Ansar menuturkan, pada kesempatan ini fraksi NasDem pada prinsipnya setuju namun demikian memberikan catatan agar renja optimal baik segi waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan.

“Kita harap 2022 anggota DPRD memberikan kinerja yang baik pada masyarakat. Ini merupakan kebijakan besar di DPRD. Kami berharap sekwan juga tetap pada kaidah pengelolaan yang baik,” tegasnya.

Anggota Fraksi PAN Irfan AB yang juga ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel menambahkan, bahwa pada penetapan Renja yang ada tambahan pengawasan kode etik menurutnya hal ini sesuatu yang sudah sangat luar biasa baik dalam segi pengawasan maupun penganggaran dan peraturan daerah. 

“Ini instrumen untuk meningkatkan kedisiplinan anggota dan sekretariat menjadi bagian supporting dan lancarnya kegiatan dewan secara profesional,” tutupnya.

Bagikan