Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rochendi menanggapi soal wacana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng eks napi koruptor untuk dijadikan penyuluh dalam program antikorupsi.
Terkait wacana eks koruptor tersebut, Rochendi menduga KPK saat ini menganggap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia hanya sebagai mainan.
Maka dari itu, Rochendi meminta kepada KPK agar kembali ke jalan yang benar. Apabila tidak, maka lembaga antirasuah itu bisa menjadi lembaga pencucian uang.
“Jika tak kembali ke jalan yang benar secepatnya, KPK bisa menjadi semacam lembaga pencucian uang,” ujar Rochendi, Selasa 31 Agustus 2021 seperti dikutip dari GenPi.
Menurutnya, skenario terburuk adalah kasus korupsi yang diusut oleh KPK direkayasa demi kepentingan beberapa pihak saja.
- Rakor ATR/BPN dan KPK, Pemkot Makassar Perkuat Tata Kelola Aset
- KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Kuota Haji ke Pansus DPR
- Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Biro Travel Haji di Sejumlah Daerah
- Wali Kota Makassar Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan SKPD Jelang Pelaksanaan Program Strategis 2026
- Wali Kota Makassar Suarakan Pencegahan Korupsi Sejak Dini dalam Rakor se-Sulsel
“Nanti pegawainya bisa seolah-olah sedang mengusut kasus korupsi, lalu ada penangkapan. Namun, bisa saja ternyata kasus tersebut hanya untuk ‘mengamankan’ sejumlah uang,” ungkapnya.
Selain itu, Rochendi juga menegaskan bahwa apabila KPK sampai melakukan tindakan seperti itu maka lebih baik lembaga tersebut dibubarkan saja.
“Sebab, dia tak menjalankan tugasnya. Tak ada lagi gunanya KPK tetap ada kalau yang dilakukan seperti itu,” tegas akademisi ilmu pemerintahan ini.
Lebih lanjut, Rochendi juga menilai bahwa kinerja KPK beberapa waktu belakangan ini mulai menurun.
“KPK dulu dianggap sebagai lembaga yang punya ‘taring’ sebagai pengawas jalannya pemerintahan di Indonesia, sekarang ini malah tak lagi punya wibawa,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
