Fachrudin Rangga Sebut Ada Duri Dalam Daging”, Menguat Dualisme di Internal Panitia Hak Angket

Fachruddin Rangga. /Nasruddin

Terkini.id — Kerja Panitia hak angket DPRD Sulsel hampir rampung, namun menguat adanya dualisme di internal panitia hak angket. Ada pro dan kontra terhadap hak angket

Hal itu berdasarkan pernyataan anggota panitia hak angket, Fachrudin Rangga yang disebar di WhatsApp, Rabu 14 Agustus 2019.

Fachrudin mengungkapkan, jelang masa kerja panitia hak angket, masih ada yang terus berupaya membangun opini untuk melemahkan hasil kerja panitia hak angket bahkan di internal pun masih ada pejuang kesiangan terus melakukan pelemahan agar menjadi sebuah nilai tawar.

“kalau istilah kami “panggilka ayah”, entah sadar atau tidak itu sudah merendahkan martabat institusi, gaya politik seperti ini adalah politik murahan dan biarlah publik yang menilai semua karena hukum sosial tentu punya nilai psikis yang tinggi,” kata Fachruddin.

Anggota Fraksi Golkar ini mengakui jika di internal panitia hak angket ada duri dalam daging jika dibiarkan akan menjadi racun.

“Menegakkan kebenaran memang kadang menemui berbagai duri tapi dengan niat kerja serius tanpa tendensi, Insyaallah memberikan hasil maksimal, karena buat saya beban tanggungjawab membawa amanah rakyat jauh lebih punya nilai ketimbang mendengar suara-suara sumbang yang tak punya nilai apa apa,” ungkapnya.

“Terakhir tentu kami berharap semua pihak bersabar menunggu rumusan rekomendasi hasil kerja panitia hak angket, hilangkan fikiran fikiran negatif apalagi sampai memberi tuduhan bahwa ada uang besar yang menggerakkan hak angket karena pada akhirnya akan menjurus fitnah. Karena pada akhirnya apapun hasil hak angket ini untuk kebaikan Sulawesi Selatan dan masyarakat kedepan.” Tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini