Masuk

Fakta Covid-19 Mengamuk di Singapura, Tidak Bisa Berdamai dengan Corona?

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id – Singapura telah memvaksin penduduknya hingga 84 persen, dan sebesar 14 persen sudah mendapatkan booster. Namun, aktivitas masyarakat yang sudah mulai normal membuat kasus Covid-19 kembali melonjak. 

Singapura juga merupakan salah satu negara yang pertama kali mengganti kebijakan menanggulangi Covid-19, dari strategi awal yaitu Covid zero (menekan kasus infeksi) ke strategi liiving with covid (hidup berdampingan dengan Covid).

“Strategi Covid Zero sudah tidak tepat lagi, mengingat adanya varia Delta yang sangat cepat menular. Namun, dengan vaksinasi, infeksi dapat menjadi penyakit ringan dan kemungkinan besar dapat diobati,” ujar Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dikutip detikcom, Kamis, 28 Oktober 2021. 

Baca Juga: Beijing Melihat Rekor Kasus COVID-19 Saat Wabah China Meningkat

Akibat aktivitas masyarakat yang sudah mulai normal tersebut, terjadi lonjakan kasus infeksi Covid-19 di Singapura.

Berikut beberapa fakta lonjakan kasus Covid-19 di Singapura melansir detikcom. 

1. Vaksinasi di atas 80 persen
Dikutip dari situs Ministry of Health Singapore (29/10/2021), dalam 28 hari terakhir, tercatat 90.203 kasus Covid-19 meskipun 84 persen penduduknya sudah mendapatkan kedua dosis vaksin. Bahkan di hari Rabu (27/10/2021) tercatat 5.324 kasus baru dengan tingkat laju infeksi sebesar 1,15 persen.

Baca Juga: Pengakuan Lucinta Luna Jadi PSK: Pertama Kali ke Singapura Digituin, Ada Persenannya

2. Klaster kegiatan masyarakat
Akibat aktivitas masyarakat yang sudah mulai dilonggarkan, terbentuk beberapa klaster yang dengan tingkat kasus yang tinggi. Saat ini, klaster komunitas pensiunan Singapura (Bukit Batok Home) menyumbang angka kasus tertinggi yaitu 157 kasus dan mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintah.

3. Lockcown lokal hingga 21 November
Akibat lonjakan kasus dan sistem kesehatan yang sudah mulai kewalahan, pemerintah Singapura memperpanjang pembatasan Covid-16 hingga 21 November dan akan ditinjau setiap 2 minggu.

4. Alami lonjakan tak biasa
Departemen kesehatan Singapura menyebut angka infeksi tinggi ini sangat tidak biasa. Di antara kasus baru yang dilaporkan, 5.312 infeksi ditularkan secara lokal, terdiri dari 4.651 di masyarakat dan 661 di asrama pekerja migran. Tercatat 12 kasus adalah impor.

“Depkes sedang melihat lonjakan kasus yang tidak biasa ini dalam waktu yang relatif singkat, dan memantau dengan cermat tren selama beberapa hari ke depan,” tambah MOH.