Gowa dan Jeneponto Terparah Kena Dampak Banjir, Ini Data Lengkapnya

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, melihat kondisi warga yang juga terdampak banjir di Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Jumat 25 Januari 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan merilis dampak bencana banjir yang terjadi di 13 Kabupaten/kota sejak tiga hari terakhir, Jumat 25 Januari 2019.

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi menyebabkan banjir di 13 Kabupaten/Kota. Banjir juga mulai surut dan bendungan Bilik-bilik berkurang.

Berdasarkan rilis data BPBD Sulsel, dari 13 kabupaten/kota itu, Kabupaten Gowa dan Jeneponto terparah terkena dampak banjir.

Di Gowa, 32 jiwa meninggal dunia, 46 orang luka-luka, 21 orang hilang, 2.121 jiwa mengungsi, 604 rumah terendam, 1 jembatan rusak dan 10 rumah rusak.

Jeneponto 12 jiwa meninggal dunia, 3 orang hilang, 3.276 mengungsi, 470 rumah rusak berat, 15 jembatan putus, 1.394 hektar tambak terdampak, 1.304 hektar sawah terendam dan 41 fasilitas sekolah.

Untuk lebih lengkapnya lihat grafis di bawah:

Grafis BPBD Sulsel dampak bencana banjir.

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah terjun langsung meninjau lokasi banjir di Kabupaten Gowa dan Jeneponto.

“Kita meninjau dua lokasi ini, karena dari 13 kabupaten/kota yang paling merasakan dampaknya adalah Gowa dan Jeneponto, tentunya kita harus fokus di dua daerah ini.

Nurdin membeberkan bahwa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan bantuan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp1.150.000.000, untuk operasional tanggap darurat bencana banjir dan longsor untuk BPBD Provinsi Sulsel, BPBD Kabupaten Gowa, BPBD Kabupaten Jeneponto, BPBD Maros dan BPBD Makassar tahun 2019.

Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan paket logistik berupa, tenda gulung 250 lembar, sandang 425 paket, selimut 560 lembar, paket perlengkapan keluarga 100 paket,perlengkapan bayi 202 paket, matras 240 lembar, kantong mayat 30 lembar, karung pasir 300 lembar, makanan siap saji 540 paket, lauk pauk 714 paket, makanan tambahan gizi 690 paket. Adapun totalnya senilai Rp828.815.144.

“Melihat cuaca ekstrim ini sampai 29 Januari. Mudah-mudahan setelah itu kita duduk bersama-sama. Siapa menanggung apa supaya masyarakat dapat hidup normal Seperti biasa.
Kemarin pusat juga sudah memberikan kontribusi penanganan bantuan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini