Masuk

Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Nasional dari Menko Perekonomian RI

Komentar

Terkini.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman meraih penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.

Berupa Penganugerahan Penyelesaian Ketidaksesuaian Pemanfaatan Ruang melalui Revisi RTRW Provinsi.

Penghargaan itu diserahkan pada Rapat Kerja Nasional Kebijakan Satu Peta yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian  RI, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa 4 Oktober 2022.

Baca Juga: Berdayakan Imam Masjid dan Keluarga, Gubernur Sulsel Serahkan Dana Hibah Rp500 Juta

Capaian itu atas penyelesaian Perda RTRW Provinsi. Yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022-2041. 

Bahkan ini sebagai Perda pertama hasil terintegrasi RZWP3K sesuai amanat PP 21 Tahun  2021. Sehingga penyelesaian ketidaksesuaian peta dapat diselesaikan.

Dengan hadirnya Perda RTRW ini, Sulsel berhasil menurunkan secara drastis angka ketidaksesuaian tatakan dari 47.993 Ha (44,7 persen) menjadi 1.380 Ha (0,03 persen).

Baca Juga: Hadiri Syukuran HUT Korpri ke 51 di Polda Sulsel, Sekprov Minta ASN Semakin Inovatif

“Alhamdulillah, menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, bapak Airlangga Hartarto. Atas Penyelesaian Ketidaksesuaian Pemanfaatan Ruang melalui Revisi RTRW Provinsi, dengan terbitnya Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulsel Tahun 2022- 2041,” ungkap Andi Sudirman.

Dengan adanya perda tersebut, akan memudahkan perencanaan pembangunan yang lebih tertata, termasuk dalam mengakomodasi sistem investasi.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari sinergitas Legislatif bersama Eksekutif Sulsel. 

“Terima kasih kepada DPRD, serta para tim penyusunan Perda RTRW dari PUTR Sulsel, serta OPD terkait lainnya,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Serahkan Dana Hibah Rp975 Juta untuk DMI Sulsel

“Kita harap Perda RTRW ini menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan yang lebih tertata di Provinsi Sulsel. Serta sistem investasi dan kemajuan wilayah lebih cepat,” ungkapnya.