Habib Rizieq Disebut Lebih Populer dari Kiyai NU, Warganet: Ormas Preman!

Habib Rizieq Disebut Lebih Populer dari Kiyai NU, Warganet: Ormas Preman!

R
Mahipal
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaHabib Rizieq disebut lebih populer dari kiyai NU. Padahal Nahdlatul Ulama merupakan ormas islam terbesar di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan oleh seorang warganet, ia menyebut popularitas Habib Rizieq lebih tinggi dari pada kiyai-kiyai dari Nahdlatul Ulama.

Habib Rizieq Shihab merupakan tokoh agama yang diagungkan sebagian kelompok masyatakat islam di Indonesia, bahkan ia kerap akrab dengan gelar imam besar.

Biasa dipanggil HRS, kini namanya dibawa-bawa warganet dan dipuji lantaran lebih populer dari kiyai-kiyai lainnya termasuk kiyai NU menurut sang warganet.

Pendapat itu disampaikan warganet dengan akun twitter @bangcan12, sebagaimana dikutip oleh Terkini.id pada Jum’at, 17 Juni 2022.

Habib Rizieq Disebut Lebih Populer dari Kiyai NU, Warganet: Ormas Preman!
Cuitan pegiat twitter (@bangcan12)
Baca Juga

Mulanya, sang warganet mengunggah foto berita Cak Imin tentang isu taktik politik nebeng demi popularitas jelang Pilpres 2024, kemudian sang warganet mengomentari berita itu melalui cuitan.

“Karena gk laku, makanya harus nebeng,” ujar sang warganet menyinggung Cak Imin.

“Makanya, HRS sejuta kali lebih populer dr Kyai-kiyai NU,” tulis sang warganet mepanjutkan.

Selain itu, sang warganet juga menyinggung Menag Yaqut. Ia berpendapat bahwa Menteri Agama itu bisa dapat jabatan lantaran dirinya komandan Banser.

Bukan hanya itu, ia menyinggung Banser dengan sebutan Ormas preman. Lalu, ia sarankan Cak Imin untuk menjadi ketua Banser terlebih dahulu.

“Itu Yakut bisa jadi Menag karena dia ketua ormas preman aja. Makanya, Cak Imin harus jd ketua Banser dulu,, siapa tau bisa menang di Pilpres,” tulis sang warganet menandaskan cuitannya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.