Hari Pertama Pembatasan Wilayah di Makassar, Terjadi Penumpukan di Pos Pemeriksaan, Pj Rudy Minta ini

Terkini.id, Makassar – Hari pertama pembatasan wilayah di Makassar menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan.

Akibatnya arus kendaraan lalu lintas mengalami sedikit hambatan.

Lambannya pengecekan surat keterangan bebas Covid-19 dan suhu tubuh dinilai menjadi penyebabnya.

Baca Juga: DPRD Makassar Tanggapi Rencana Pemkot Lelang Jabatan Kepala Sekolah

Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin meminta petugas untuk memperbanyak titik pemeriksaan.

“Supaya hambatan masyarakat dalam beraktivitas itu tidak terlalu terpengaruh dengan adanya pemeriksakan ini,” kata Rudy di pos perbatasan, Senin, 13 Juli 2020.

Baca Juga: DP3A Makassar Bentuk Shelter Warga, Bekali Metode Pengambilan Data

Dalam situasi di lapangan, Rudy menyebut sebagian besar masyarakat sudah mengetahui bahwa akan ada pemeriksakan. Sehingga, kata Rudy, mereka sudah menyiapkan surat keterangan bebas Covid-19.

“Kalau kita tanya surat keterangan, sudah ada dia (bawa)” katanya.

Menurutnya, setiap hari pihaknya akan terus meningkatkan intensitas ketegasan aparat untuk mengefektifkan pembatasan wilayah.

Baca Juga: DP3A Makassar Bentuk Shelter Warga, Bekali Metode Pengambilan Data

Rudy mengatakan total petugas yang diturunkan untuk menjaga pos perbatasan Kota Makassar sebanyak 7.950 personil.

“Jadi kegiatan Perwali bukan cuma kegiatan pembatasan. Ini cuma sebagian kecil dalam upaya kita dalam pengendalian Covid-19,” kata Rudy.

Rudy menerangkan bahwa ke depan pemeriksaan di pos berbatasan akan berlangsung selama 24 jam.

Selain pengawasan di wilayah perbatasan, Rudy mengatakan pihaknya juga telah melakukan pengawasan dalam kota agar menerapkan protokol Covid-19.

Rudy mengatakan akan melakukan pemantauan terhadap pelaku usaha seperti rumah makan dan kafe.

“Untuk melihat secara langsung apakah mereka menerapkan protokol Kesehatan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Rudy mengatakan dirinya akan melakukan pemantauan terhadap sejumlah pasar, mengunjungi pihak RT dan RW.

Hal itu untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan aturan.

“Setelah itu kita akan melakukan evaluasi,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau bagi masyarakat yang tak memiliki kepentingan untuk tak keluar dan masuk Kota Makassar.

“Setiap hari intensitas ketegasannya akan meningkat, kita suruh kembali kalau tidak membawa surat keterangan,” pungkasnya.

Foto: Suasana di lapangan saat Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin memberi arahan kepada bawahannya.

Bagikan