Terkini, Makassar — Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, dilantik di Jakarta pada 20 Februari.
Namun, hari pertama kepemimpinan mereka akan diwarnai oleh sebuah realitas yang tak biasa: sang wali kota tak langsung pulang ke Makassar.
Munafri harus menghadiri agenda orientasi kepemimpinan kepala daerah di Magelang selama sepekan, dari 21 hingga 28 Februari. Selama itu, Aliyah Mustika Ilham akan mengisi posisi Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Makassar.
Keputusan ini menempatkan Aliyah di posisi yang strategis, sekaligus menantangnya untuk segera beradaptasi dengan dinamika pemerintahan kota.
Mengapa Munafri Harus ke Magelang?
- Gema Tanpa Kata: Pertunjukan Paduan Suara Teman Tuli
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
- Wawali Aliyah Mustika Ilham Pimpin Persiapan Lomba Kelurahan 2026, Makassar Bidik Juara Nasional
- Dispar Makassar, APPBI dan IMA Siapkan Makassar Great Sale 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
- Bersama Istri, Wabup Gowa Hadiri HUT Kiwal Garuda Hitam dan Titip Pesan Persatuan
Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan, menjelaskan bahwa orientasi kepemimpinan merupakan agenda wajib bagi kepala daerah terpilih.
“Pak wali tidak langsung kembali ke Makassar setelah pelantikan karena keesokan harinya sudah harus mengikuti orientasi kepemimpinan,” ujarnya.
Karena orientasi ini hanya diperuntukkan bagi kepala daerah, Aliyah Mustika Ilham tidak ikut serta. Sebagai wakil wali kota, ia kembali ke Makassar dan langsung bertugas.
Keputusan ini membuka ruang bagi Aliyah untuk menunjukkan kapasitasnya sejak hari pertama. Selama sepekan ke depan, ia tak sekadar menjadi pendamping, melainkan pemimpin sementara Kota Makassar.
Tantangan di Hari-Hari Pertama
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
