terkini.id-Makassar, Hidup Bersemi di Masa Pandemi, yuk lewati dengan kunci 4R.
Demikian hal disampaikan oleh Pembicara yang juga merupakan salah satu Certified Eksekutif Coach Internasional di Kota Makassar ini.
Hal tersebut diungkapkannya dalam sesi perbincangan melalui acara smart ecolife dipandu oleh Rifa dari Radio Smart FM 101,1 FM di Makassar beberapa saat yang lalu.
Bagaimanakah cara kita membedakan hidup kita? Bagaimana agar hidup merasakan dan mendapatkan Enjoy life with eco life ?
Menurutnya, Kita selayaknya membedakan, hidup dan situasi kehidupan kita atau
A life dan our life situation.
- 'Ketika Kita Menjaga Alam maka Alam akan Menjaga Kita'
- Pentingnya Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tonggak Keberlangsungan Kehidupan
- P3E SUMA-KLHK Gelar Rakernis Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3
- Bahas Metode Evaluasi dan 'EcoOffice' Kapus P3E SUMA-KLHK Apresiasi Visitasi dari P3E Kalimantan
- Simak Tips Meramu Berita Lingkungan ala Kepala P3E SUMA
Jika kita sedang dalam kondisi terpuruk atau lemah. Dan diantara kesulitan, pasti ada kemudahan.
“Hal yang harus diingat! Syarat untuk menerima situasi adalah ikhlas dan terima,”beber Kepala Pusat pengendalian pembangunan ekoregion Sulawesi dan Maluku.Dr Ir Darhamsyah, M.Si yang juga mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam ajang pemilihan ASN Pratama teladan tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB tahun 2021 ini.

Dalam bincang tersebut , Rifa dari Smart FM lebih lanjut melontarkan pertanyaan bagaimana melihat dan menyikapi situasi kehidupan diluar?
Menurut Coach Darhamsyah,
Self awernes itu penting. Bagaimana cara kita berkontribusi , kita harus mengecek melalui portal resmi, jangan menyebarkan berita Hoax Cek fakta baru share.
Kita harus berkontribusi secara tepat dalam menyebarkan informasi yang tepat pula.
Menurutnya ada 4 (empat) cara dalam memaknai hidup kita ini dengan cara Smart !
Dalam konfigurasi rumus yang bernama Reappraisal, RePresure atau ReFraming.
Pembaca yang Budiman dapat menerapkannya, yakni;
1.ReIntrepeting
Contohnya , Vaksin .
Kita sebagai manusia wajib berikhtiar. Vaksin juga tidak seperti itu dibayangkan.
Perasaan itu ada dan akan berinterpretasi. Terkadang akan berubah pada sesuatu obyek yang sama.
Otak manusia senang mengkonsumsi ‘sensasi’ Kita harus belajar lagi ketika faktanya berbicara yang lain.
Contoh: Negatif thinking.
Kita cepat berubah dari Positif ke Negatif.
Namun dari Negatif ke Positif sangat lama, disinilah peran pribadi kita untuk mengatasi sisi perasaan negatif kita.
2.ReNormalizing
Adalah wajar ketika mendapati sesuatu yang baru , kita akan gugup. Namun ketika kita sudah terbiasa, maka kita menghadapi yang disebut normal baru (new normal). Kebiasaan baru dengan cara cara baru.
‘Insting’ adaptasi kita sangat berperan. Sesuatu yang baru direspon pada otak kita, dan akan terbaca secara manusiawi dengan ‘Ancaman’.
Disinilah letaknya kita harus mengedukasi, tunjukkanlah , ambil sisi Common Goaldnya. Apa peluang yang diterapkan dari kebiasaan baru tersebut.
Ketika kita mendapati situasi tersebut, maka kita harus melihatnya dengan ‘tantangan’ Janganlah melihatnya sebagai ‘Ancaman’ .
Lihatlah sebagai Peluang pada situasi kebiasaan baru.
3. ReOrdering, Pengaturan ulang .
Bagaimana kita menyusun kembali dalam sinyal ke otak kita
Otak kita akan membantu meyusun ulang.
Insight, ketika masa pandemi ini kita menyusun prioritasnya kembali.
Ketika Pandemi ini ‘banyak aturan’ beberapa prioritas yang berubah. Menata kembali mana yang sangat penting, kurang penting dan tidak penting
Do it ( Kerjakan),Delay(Tunda)
Delegated(Delegasikan),Dump It( Buang).
Sangat rugi kita jika keluar dari Hentakan Zona Pandemi ini. Kita tidak mampu mempertahankan kebiasaan baru kita.
Contohnya, pertemuan berbasis Virtual. Hingga teknologi daring yang semakin berkembang dan memudahkan kehidupan kita.
4.RePositioning.
Sangat bagus jika kita melihat sesuatu dalam sudut pandang yang lain.
Melihat Persepektif ketika pada suatu masalah. Ketika semua pihak melihat dari kacamata orang lain. Membedakan sudut pandang kita.
Khusus KLHK , sesuai Arahan Menteri LHK beberapa waktu yang lalu melalui Sekertaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono telah melaunching SJS (satu jaga satu) bagi pegawai yang terdampak covid-19.
Beberapa saat yang lalu kita juga membeli hasil hutan bukan kayu, HHBK melalui lebah madu dan dibagikan kepada para tenaga medis kesehatan.
Untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diantaranya melalui penanaman mangrove.
Disisi lain kita melestarikan Mangrove, namun kita juga tetap berusaha memulihkan ekonomi masyarakat.
“Melalui Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kita juga telah melaksanakan donor darah, dll,”pungkas Koordinator Wilayah Satker LHK Sulawesi Selatan , Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
