Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean merespons pernyataan Hidayat Nur Wahid (HNW), politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait meningkatnya teror terhadap rumah ibadah.
Sebelumnya, HNW mempertanyakan kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memberantas aksi terorisme di Indonesia.
Menurut HNW, anggaran untuk BIN dan BNPT terus meningkat namun teror terhadap rumah ibadah masih juga terus terjadi.
“Besaran anggaran untuk BIN dan BNPT terus meningkat, tapi teror terhadap rumah ibadah masih terus terjadi,” kata HNW pada Selasa, 30 Maret 2021, dilansir daro Kompas TV.
Terkait hal itu, Ferdinand lalu menyindir HNW untuk bercermin pada rekam jejaknya dan kelompoknya.
- Dukungan 3 Periode Jokowi Menggema, HNW Langsung Nyindir, Bandingkan dengan SBY: Beliau Legowo dan ....
- Dukung Kebijakan Anies, HNW PKS: Sudah Sewajarnya Rakyat Tak Diharamkan Nikmati Pajak yang Mereka Bayarkan!
- HNW PKS 'Nyinyiri' Pemerintah, Denny Siregar: Jangan Mikirin Negara, Berat! Kamu Gak Akan Kuat, Biar Jokowi Saja!
- Disindir Soal Ucapan 'Selamat Natal', HNW Ungkap Hubungan dengan Pimpinan Umat Kristiani: FYI, Dari Dulu Saya ....
- HNW Ingin Herry Wirawan Dihukum Berat, Kang Dede Ungkit Caleg PKS Dilaporkan Perkosa Anak Kandung
“Tolong berikan orang ini cermin agar bisa melihat kebelakang tentang rekam jejak dia dan kelompoknya,” cuit @FerdinandHaean3 sambil membagikan berita soal pernyataan HNW.
Dalam cuitan tersebut, Ferdinand tidak menjelaskan lebih lanjut soal rekam jejak yang dimaksud.
Namun, dalam cuitannya yang lain, Ferdinand membagikan sebuau cuitan yang mengunggah foto HNW dengan Anies Baswedan dan Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi.

Dalam foto tersebut tertulis bahwa Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi adalah pimpinan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Dilansir dari rand.org, ISIS adalah organisasi teroris yang terkenal dengan ideologi ekstrimis dan berbagai aksi kekerasan.
“Pak Wahid, bisa jelaskan foto ini dalam rangka apa?” kata Ferdinand.”Tak usah kebanyakan bicara tentang anggaran BNPT naik tapi teror dan radikalisme naik. Anda sendiri ngapain bertemu orang ini bersama Anies Baswedan? Bisa jelaskan dalam rangka apa?” cecarnya.
Adapun terkait kebenaran informasi dalam foto yang disoroti Ferdinand masih perlu dipertanyakan.
Dilansir dari artikel yang diterbitkan turnbackhoax.id pada 10 Desember 2019, sejauh ini belum ada bukti yang mendukung pernyataan bahwa Yusuf al-Qaradawi berafiliasi dengan ISIS.
Namun, dilansir dari Washington Post, Qaradawi dicap secara resmi sebagai teroris oleh Arab Saudi dan tiga sekutunya pada Juni 2017.
Atas cap itu, buku-buku Qaradawi pun dilarang, siarannya diblokir, dan bahkan namanya berusaha dihapus dari gedung-gedung umum.
Dilansir dari Kumparan, Qaradawi juga pernah dipenjara pada umur 23 tahun, tahun 1949, karena terlibat gerakan Ikhwanul Muslimin, organisasi yang sebelumnya dibekukan Mesir karena dicurigai terlibat upaya pengeboman dan pembunuhan.
Sementara menurut investigativeproject.org, Qaradawi dikenal karena fatwa militan dan komentar politiknya yang mendukung tindakan terorisme dan penindasan terhadap perempuan.
Pada intinya, Qaradawi memang sosok yang memiliki kontroversial atas pernyataan-pernyataannya.
Namun cek hoaks dari turnbackhoax.id mengatakan bahwa ia bukanlah pentolan atau pendiri ISIS, melainkan aktivis Ikhwanul Muslimin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
