Terkini.id, Makassar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel), Husmaruddin meminta Dinas Pendidikan Sulsel agar menerapkan sistem zonasi bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurutnya, sistem zonasi bagi guru PPPK dianggap penting diterapkan agar tidak memberatkan tenaga pengajar. Apalagi adanya keluhan bahwa guru yang terangkat PPPK tidak ditugaskan di daerah tempat tinggalnya.
“Guru PPPK ini harus didata ulang dengan pendekatan zonasi yang artinya guru harus ditugaskan di daerah tempat tinggalnya,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel ini, Senin 22 April 2024.
Dia mengungkapkan, adanya guru PPPK yang tinggal di Bulukumba namun ditugaskan di Toraja Utara. Ada juga yang terangkat di Luwu namun ditugaskan di Selayar.
“Itu jadi masalah, apalagi ada anaknya dan ada keluarganya, jadi sistem zonasi ini penting diterapkan,” ujarnya.
- Melalui Nobar Piala Dunia, Polsek Arungkeke Merajut Kebersamaan Dengan Warga
- LPS Siapkan Program Penjaminan Polis untuk Pertumbuhan Industri Asuransi Nasional
- LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja Sabtu 20 Juni
- Tinjau Lokasi Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Kawal Langsung Pemulihan 19 KK Terdampak
- Disdik Makassar Umumkan Hasil SPMB Jalur Non-Domisili, Jalur Domisili Dibuka 22 Juni
Selain itu, Husmaruddin juga meminta Dinas Pendidikan Sulsel agar menyelesaikan utang dari pihak ketiga yang telah menyelesaikan pekerjaannya.
“Ada sekolah yang dibangun dan selesai namun belum dilunasi dan itu berutang ke pihak ketiga. Kasihan pengusaha kecil,” ungkapnya.
“Langkah yang dilakukan Pj gubernur sudah ada yaitu membuat parsial, namun kita lihat data masih banyak terbengkalai. Kami juga meminta data yang mana yang sudah diselesaikan yang mana yang belum. Agar nantinya itu menjadi pembahasan kami di Banggar,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
