Pemprov Sulsel Mengalami Defisit Anggaran, DPRD Akan Lakukan Rasionalisasi

Pemprov Sulsel Mengalami Defisit Anggaran, DPRD Akan Lakukan Rasionalisasi

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami defisit anggaran tahun 2021. Hal itu dikarenakan target pendapatan tidak mencapai target.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Darmawangsyah Muin menjelaskan, Pemprov mengalami defisit dikarenakan, target pendapatan secara perkembangan nasional mengalami peningkatan pada triwulan pertama 2021.

Sehingga Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) memasang proyeksi pendapatan Sulsel sekitar 21 persen.

“Namun tiba-tiba keluar surat dari Kementerian Keuangan dimana pendapatan tidak mencapai target,” ungkap Wawan sapaan akrab Darmawangsyah Muin, Selasa 26 Oktober 2021.

Wawan menambahkan, dari target sekitar 21 persen, pendapatan hanya mencapai 15 persen dari angka tahun lalu. Itu terjadi pada pendapatan di bea cukai yang dianggap di luar proyeksi. 

Baca Juga

“Pendapatan bea cukai setiap tahun meningkat, tahun 2020 itu mencapai Rp580 miliar pada triwulan pertama. Sehingga Bappenda menetapkan pertumbuhan pendapatan sekitar Rp680 miliar atau naik Rp100 miliar. Namun ternyata tidak mencapai target,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel ini.

Adanya defisit membuat Banggar DPRD dan tim anggaran Pemprov Sulsel melakukan rasionalisasi.

“Karena kita sudah tetapkan nunun di ujungnya bermasalah, makanya kita akan melakukan rasionalisasi, kita akan melihat pergeseran anggaran yang kurang efektif untuk mencoba menginbangkan defisit ini. Apakah kita berada dalam dalam defisit itu belum final kita masih minta perjelas karena kita masih meminta tim anggaran untuk menghitung kembali,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.