Makassar Terkini
Masuk

ICW Menyoal 700 Hari KPK Gagal Menangkap Harun Masiku, Ini Dia Respon KPK?

Terkini.id, JakartaHarun Masiku yang merupakan salah satu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi buron sejak januari 2020 lalu.

Ia ditetapkan sebegai tersangka KPK sebab diduga menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, untuk ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia.

Lambatnya pergerakan KPK dalam menangani kasus Harus Masiku ini membuat Indonesia Corruption Watch (ICW) angkat bicara.

“Kalau kami lihat sudah di atas 700 hari KPK gagal menangkap Harun Masiku. Kami yakin ini akan sangat panjang,” kata Kurnia sebagai Peneliti ICW dalam konferensi pers Catatan 2 Tahun Kinerja KPK di Cikini, Senin, 27 Desember 2021.

Lebih lanjut, Kurnia menduga KPK akan sibuk memberi klarifikasi mengenai alasan Harun Masiku belum tertangkap, seperti terhambat pandemi Covid-19 dan sebagainya sehingga penangkapan Harun Masiku sulit dilakukan.

“Bagi kami Harun ini bukan tidak mampu, tetapi tidak mau diringkus oleh KPK,” ujar Kurnia. Dikutip dari cnnindonesia.com.

Menanggapi ICW, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi respon dengan mengklaim tetap berkomitmen memproses hukum buron kasus korupsi termasuk Harun Masiku meskipun belum berhasil menangkapnya.

Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, menuturkan komitmen itu tercermin dari kerja sama yang dijalin KPK dengan aparat penegak hukum baik di dalam maupun luar negeri untuk mencari Harun dan kawan-kawan.

“Tentu ini kami lakukan sebagai upaya serius KPK untuk mencarinya,” ujar Ali melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Desember 2021.

“Kami pastikan KPK tetap melakukan pencarian para DPO KPK baik yang ditetapkan sejak 2017 maupun 2020,” lanjut Ali.

Lebih lanjut, Plt. Juru Bicara Penindakan KPK itu meminta agar pihak-pihak yang mengetahui keberadaan Harun dkk untuk melaporkan ke aparat penegak hukum. Nantinya, penegak hukum dimaksud dapat menindaklanjuti informasi tersebut.

“Termasuk tentu jika teman-teman dari ICW mengetahuinya, silakan lapor aparat terdekat atau kepada KPK,” tegas Ali. Dikutip dari cnnindonesia.com.