Masuk

Indonesia Dilanda Badai PHK, 3 Perusahaan PHK Karyawan Secara Besar-Besaran

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dalam sebulan terakhir Indonesia dihadapi dengan banyaknya perusahaan yang melakukan PHK besar-besaran pada karyawannya, dari mulai perusahaan Startup hingga perusahaan teknologi. Terhitung sudah ada 3 perusahaan besar yang melakukan PHK karyawannya. Berikut beberapa perusahaan yang melakukan PHK karyawan secara besar-besaran.

Shopee Indonesia

Shopee merupakan perusahaan pertama yang melakukan PHK pada karyawannya. Kabar Pemutusan hubungan kerja (PHK) Shopee ini sebenarnya sudah sejak lama beredar. Kabar tersebut pun cukup mengejutkan banyak pihak di sosial media. 

PHK secara besar-besaran ini dirasa merupakan langkah efisien setelah melakukan beberapa perubahan kebijakan bisnis.

Baca Juga: Kegembiraan Anak Berkebutuhan Khusus di HUT ke-55 Indosat Ooredoo Hutchison

Menurut Radynal Nataprawira selaku Head of Public Affairs Shopee Indonesia mengaku berat untuk melepas sejumlah karyawannya. Namun hal tersebut terpaksa dilakukan agar bisa lebih cepat beradaptasi di tengah kondisi ekonomi global. 

“Kondisi ekonomi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit,” Ungkap Radynal. Dikutip dari Suara.com pada Senin 19 September 2022.

Pihak Shopee sendiri memberikan dukungan pada karyawan yang terdampak dengan memberikan pesangon plus 1 bulan gaji sesuai dengan aturan perundang-undangan. Tak hanya itu saja, Pihak Shopee juga memberikan kesempatan pihak terdampak untuk dapat menggunakan fasilitas kesehatan perusahaan hingga akhir tahun. 

Baca Juga: Jelang Puncak Presidensi G20, Indosat Ooredoo Hutchison Implementasikan Teknologi Hijau Lewat Jaringan 5G

Hingga berita ini diterbitkan, setidaknya ada sekitar 187 karyawan Shopee yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tokocrypto

Tokocrypto menjadi perusahaan kedua yang mengikuti langkah yang dilakukan oleh Shopee. Perusahan Crypto yang bergerak dibidang ase kripto tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan sebanyak 45 orang. 

Hal tersebut dilakukan karena, Tokocrypto melakukan perubahan strategi bisnis, melakukan PHK sebanyak 20% karyawan dilakukan sebagai langkah yang paling efisien. 

“Tokocrypto telah menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan ekosistem industri kripto, karena itu harus mampu beradaptasi cepat dengan perubahan. Langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda yaitu T-Hub dan TokoMall,” ujar  Rieka Handayani selaku VP Corporate pada Kamis 22 September 2022. Dikutip dari Suara.com 

Baca Juga: Kolaborasi IOH dengan Ernest Prakasa, Hadirkan Web Series Genre Komedi Romantis

Meski begitu, pihak Tokocrypto merekomendasikan karyawan yang terkena PHK kepada perusahaan web3 dan blockchain yang selama ini telah menjadi partner mereka.

“Penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dari 227 karyawan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis, serta memberikan rekomendasi karyawan kepada perusahaan – perusahaan web3 dan blockchain yang selama ini telah menjadi partner kami,” sambungnya, pada Kamis 22 September 2022. Dikutip dari Suara.com. 

Indosat Ooredo Hutchinson (IOH)

Indosat Ooredo Hutchinson (IOH) menjadi perusahaan ketiga yang  melakukan PHK karyawan secara besar-besaran pada hari Jumat 23 September 2022 lalu. 

Kurang lebih sekitar 300an karyawan terkena pemutuhan hubungan kerja (PHK). Menurut pihak Indosat Ooredo Hutchinson (IOH) hal tersebut dilakukan karena pihak Indosat hendak melakukan Inisiatif rigthsizing. Hal tersebut dilakukan atas dasar strategi bisnis dan juga pertimbangan komprehensif yang diharapkan bisa menjadi langkah strategis bagi perusahaan. 

Meskipun begitu, pihak Indosat, Irsyad Sahroni selaku Director & Chief of Human Resources Officer, menawarkan kompensasi yang cukup besar pada karyawannya, yaitu sekitar 37 kali upah, bahkan ada yang tertinggi mencapai 75 kali upah. Pemberian kompensasi tersebut sudah berdasarkan pada ketentuan undang-undang yang berlaku.  

“Inisiatif rightsizing berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terkena dampak. Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah dilakukan dengan pertimbangan matang, yang dilakukan secara objektif dan fair,” ujar Irsyad Sahroni pada Jumat 23 September 2022. Dikutip Terkini.id dari cnnindonesia.com.