Indonesia Disorot Jadi Episentrum Corona Dunia, Ini Tanggapan Kemenkes

Indonesia Disorot Jadi Episentrum Corona Dunia, Ini Tanggapan Kemenkes

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Indonesia disorot jadi episentrum corona dunia, ini tanggapan Kemenkes. Terkait Indonesia yang disorot menjadi episentrum virus corona atau Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI spontan angkat suara. Kemenkes menyangkal penilaian Organisasi Kesehatan Dunia atau Word Health Organization (WHO) yang menyebut Indonesia sebagai episentrum Covid-19 dunia.

Juru Bicara vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Dokter Siti Nadia Tarmizi menyebut pernyataan itu keliru dan tidak berdasar.

Menurutnya, pemerintah meyakini WHO tidak pernah mengeluarkan pernyataan negara mana yang menjadi episentrum Covid-19 dunia.

“Jadi WHO tidak pernah mengatakan sebuah negara episenter penyebaran Covid-19, bahkan varian saja dari nama negara, angka lalu huruf yunani,” terang dr Nadia kepada wartawan di Jakarta, Senin 19 Juli 2021.

Ia dengan tegas mengatakan, pernyataan tersebut keliru dan tidak berdasar. Pasalnya, sebut Nadia, alih-alih ditetapkan sebagai episentrum Covid-19, kegawatan situasi setiap negara didefinisikan dengan level transmisi atau penularan Covid-19 di masing-masing negara. Berdasarkan pedoman WHO, dijelaskan dalam situational level nol hingga empat.

Baca Juga

Penilaian tersebut (level nol hingga emat) juga diterapkan di Indonesia. Oleh karena itu, ia kembali menegaskan pernyataan Indonesia sebagai episentrum Covid-19 dunia keliru dan tidak berdasarkan pernyataan WHO.

“Tingkat kegawatdaruratan WHO dijelaskan dalam situational level nol-empat yang diadopsi menjadi transmisi komunitas nol-empat di Indonesia,” jelas Nadia, seperti dikutip dari detikcom via DWIndonesia, Selasa 20 Juli 2021.

Menurutnya, panduan penyesuaian respons kesehatan masyarakat dan mobilitas tersebutlah yang menjadi ukuran penerapan PPKM darurat di Jawa Bali dan 15 kabupaten/kota di luar Jawa Bali. Jadi istilah tersebut tidak pernah digunakan WHO.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu dr Nadia menyebut seluruh provinsi Jawa dan Bali berada di level empat transmisi komunitas kasus Covid-19. Artinya, kasus penularan virus corona sangat tinggi.

Sebelumnya, media asing ramai-ramai menyoroti Indonesia sebagai episentrum Covid-19 dunia baru. Misalnya, laporan yang dimuat surat kabar Amerika Serikat yaitu The New York Times berjudul ‘The Pandemic Has a New Epicenter: Indonesia’.

Menurut mereka, catatan infeksi harian Covid-19 dan kasus kematian sudah melampaui India dan Brasil. Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman juga pernah mengutarakan hal serupa.

“Kita sekarang sudah menjadi episentrum di Asia, bahkan menurut saya, sudah di dunia karena namanya episcentrum itu adalah negara, wilayah, yang memiliki kasus pertambahan kasus aktif paling tinggi pada hari itu, pada waktu itu,” beber Dicky kepada wartawan di Jakarta, Kamis 15 Juli 2021 lalu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.