Ingat! Mulai 7 September, Ini Kegiatan yang Wajib Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

Terkini.id, Jakarta – Ingat! Mulai 7 September, ini kegiatan yang wajib terapkan aplikasi PeduliLindungi. Upaya pemerintah yang terus mengeradikasi penularan virus corona atau Covid-19, patut diapresiasi. Pasalnya, pengetatan protokol kesehatan seperti PPKM dan pembatasan mobilitas lainnya diklaim dapat mereduksi pandemi yang sudah hampir dua tahun merundung Indonesia.

Pemerintah juga akan memberlakukan skrining dengan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September 2021. Aturan mainnya tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 38 Tahun 2021.

Beleid itu mengatur perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4-2 di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Baca Juga: Siswa SMP Islam Athirah 1 Makassar Antusias Ikuti PTM Terbatas...

“Secara umum akan diberlakukan skrining dengan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September,” terang Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers secara virtual terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Tanah Air, Selasa 31 Agustus 2021 lalu.

Seperti diwartakan Terkini.id, Kamis 2 September 2021, mengacu Inmendagri Nomor 38 Tahun 2021, berikut penerapan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah kegiatan:

Baca Juga: Luhut Kirim Tim Cek Klub Malam: Ada yang Buka Sampai...

Wilayah PPKM Level 4

Industri orientasi ekspor dan penunjangnya bisa beroperasi satu shift dengan kapasitas maksimal 50 persen staf hanya di fasilitas produksi dan pabrik, serta 10 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September 2021, pengaturan masuk dan pulang, serta makan karyawan tidak bersamaan.

Perusahaan yang termasuk dalam sektor energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak dan hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, proyek strategis nasional, konstruksi (infrastruktur publik, dan utilitas dasar (listrik, air dan pengelolaan sampah) wajib untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September 2021.

Baca Juga: Luhut Kirim Tim Cek Klub Malam: Ada yang Buka Sampai...

Hal itu guna mengskrining semua pegawai dan pengunjung yang masuk ke fasilitas produksi, konstruksi, pelayanan, dan wilayah administrasi perkantoran

Untuk Kabupaten Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulonprogo, dan Gunungkidul dilakukan uji coba implementasi protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan dengan ketentuan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai pusat perbelanjaan, mal, dan pusat perdagangan terkait.

Wilayah PPKM Level 3

Industri orientasi ekspor dan penunjangnya hanya bisa beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 50 persen staf untuk setiap shift hanya di fasilitas produksi dan pabrik dan 10 persen untuk pelayanan adminsitrasi perkantoran guna mendukung operasional, dengan menerapkan protokol kesehatan, menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September 2021, pengaturan masuk dan pulang, serta makan karyawan tidak bersamaan.

Perusahaan yang termasuk dalam sektor energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak/hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, proyek strategis nasional, konstruksi (infrastruktur publik, dan utilitas dasar (listrik, air dan pengelolaan sampah) wajib untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September 2021 guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung yang masuk kepada fasilitas produksi, konstruksi, pelayanan, dan wilayah administrasi perkantoran.

Akan dilakukan uji coba protokol kesehatan untuk outlet restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung dan toko tertutup yang berada pada lokasi tersendiri di Provinsi DKI Jakarta, Kota Bandung, dan Kota Surabaya dengan ketentuan sebagai berikut, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, dan pusat perdagangan dibuka dengan ketentuan wajib untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai pusat perbelanjaan, mal, dan pusat perdagangan.

Selain itu, pengunjung pada fasilitas olahraga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Wilayah PPKM Level 2

Industri orientasi ekspor dan penunjangnya hanya bisa beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk setiap shift hanya di fasilitas produksi dan pabrik, serta 50 persen untuk pelayanan adminsitrasi perkantoran guna mendukung operasional, dengan menerapkan protokol kesehatan, menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September 2021, pengaturan masuk dan pulang, serta makan karyawan tidak bersamaan.

Perusahaan yang termasuk dalam sektor energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak dan hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, proyek strategis nasional, konstruksi (infrastruktur publik, dan utilitas dasar (listrik, air dan pengelolaan sampah) wajib untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 7 September 2021 guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung yang masuk kepada fasilitas produksi, konstruksi, pelayanan, dan wilayah administrasi perkantoran.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai pukul 21.00 dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang bisa menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Bagikan