Instruksi Mendagri Soal Jam Malam Hingga Pukul 8, Danny Pomanto: Tak Bisa Ditawar

Terkini.id, Makassar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan instruksi terbaru untuk kepala daerah dalam pemberlakuan PPKM Mikro secara ketat. 

Aturan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021 yang ditandatangani Tito Karnavian pada Senin, 21 Juni 2021. Berlaku mulai 22 Juni-5 Juli 2021. 

Instruksi ini memuat 18 poin, salah satunya jam operasional hanya dibatasi hingga pukul 20.00 atau jam 8 malam.

Baca Juga: Tahun Depan, Pemkot Makassar Bakal Hadirkan Kendaraan Ramah Lingkungan dan...

Merespons hal itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan akan mengikuti instruksi tersebut. Ia mengatakan kebijakan pembatasan jam malam tak bisa ditawar. 

“Kalau itu perintah negara dan seragam tentunya kita harus ikut,” kata Danny Pomanto, Selasa, 22 Juni 2021.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Sebut Berkomitmen Benahi Transportasi Jadi Lebih Baik

Kendati, kata dia, kasus Covid-19 di Makassar relatif terkendali. Hal itu lebih baik dibanding daerah lain.

“Suka tidak suka harus ikut, ini tak bisa ditawar lagi,” ujar Danny. 

Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar tengah merancang model penanganan pandemi Covid-19. Ia menyebut bakal meniadakan seluruh aktivitas usaha pada malam Minggu bila kasus Covid-19 tembus 50 per hari. 

Baca Juga: Wali Kota Makassar Sebut Berkomitmen Benahi Transportasi Jadi Lebih Baik

“Khusus malam Minggu saya matikan kalau sampai 50 kasus per hari,” kata di

Ia mengatakan tengah menyusun langkah terukur dengan mengacu pada data untuk menekan laju penularan Covid-19. 

“Kalau naik lagi kasus di atas 50 per hari hari Sabtu kita matikan,” kata Danny Pomanto, 

Danny menyembut meniadakan opsi untuk menarik “rem mendadak” dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya merugikan pengusaha, namun juga masyarakat secara keseluruhan.

Ia mengibaratkan laju kendaraan tengah meluncur pada kecepatan tinggi lantas tiba-tiba terjadi rem mendadak. Akibatnya, kata dia, semua penumpang bisa terpelanting dari tempat duduknya.

“Ekonomi bisa tengkurap lagi kalau kita ambil kebijakan itu,” ujarnya.

Bagikan