Intip Tiga Sosok Pengibar Bendera di HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Jeneponto

Paskibraka Jeneponto

Terkini.id,Jeneponto – Tugas yang yang paling mendebarkan disaat pengibaran bendera merah putih pada upacara peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 adalah tiga orang Paskibraka yang bertanggung jawab mengibarkan bendera.

Pada upacara  peringatan detik-detik HUT ke-74 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Lapangan Parang Passamaturukang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Jeneponto itu, tugas yang mendebarkan denyut jantung peserta upacara terdapat pada sosok, Muhammad Amar Amri Asnur, Ashabul khahfi dan Rahmat Hidayat.

Muhammad Amar Amri Asnur, lahir di Jeneponto, 8 Agustus 2003, siswa kelas II SMA Negeri 9 Jeneponto, yang merupakan Anak pertama dari 3 bersaudara buah hati dari pasangan Agusalim dengan Nuraeni  tinggal di Jalan Karya Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu.

Ashabul khahfi, lahir di Selayar, 15 Juli 2003, duduk di bangku Kelas II SMA 1 Jeneponto, Anak tunggal dari pasangan Muh suyuti dengan Rosdiana
Asal sekolah SMA 1 Jeneponto, tinggal bersama dengan Muh Suyuti di Jalan Ishak Iskandar Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu.

Rahmat Hidayat, lahir di Tamalatea, 6 April 2004, siswa kelas II SMA Negeri 2 Jeneponto, anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Hamrullah dengan Suryanti, tinggal di Kelurahan Bonto Tangnga Kecamatan Tamalate.

“Tugas ini adalah amanah sang pejuang, dengan kekuatan mental yang kami dapat selama latihan, Insya Allah   kami  bertiga siap melaksanakan tugas negara ini,” tutur Rahmat Hidayat.

Ketiga siswa tersebut terpilih sebagai Pengerek bendera setelah tujuh hari menjalani latihan sesaat masuk karantina pada tanggal 1 Agustus 2019.

“Ketiga orang itu dipilih setelah latihan 7 hari. Setelah masuk asrama, tentunya kita lihat dari sikap, gerakan dan yang paling utama mental,” kata salah seorang Pelatih Paskibraka Serka Sapri dari Kodim 1425 Jeneponto.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Jeneponto

Musim Kemarau, BPBD Jeneponto Lakukan Ini

Terkini.id,Jeneponto - Akibat kemarau panjang, Sejumlah Desa di beberapa Kecamatan di Kabupaten Jeneponto mengalami kekurangan air bersih.Untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih,