Makassar Terkini
Masuk

Irjen Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuhan Brigadir J dan Terancam Hukuman Mati

Terkini.id,Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah mengumumkan malam ini bahwa Irjen Ferdy Sambo menjadi otak di balik pembunuhan Brigadir J. Sambo terancam hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya hingga 20 tahun.

Kapolri menjelaskan bahwa penanganan kasus saat ini sudah dilakukan dengan sangat bekerja keras, dan ditemukan fakta bahwa tidak seperti yang dilaporkan sebelumnya terkait tewasnya Brigadir J karena adanya tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J. Namun justru tewasnya Brigadir J karena dilakukan eksekusi yang sudah direncanakan.

“Ditemukan perkembangan baru, bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan,” kata Jenderal Listyo di Mabes Polri, dikutip dari Liputan 6, Selasa 6 Agustus 2022.

Polisi mengungkapkan bahwa, Bharada E melakukan penembakan terhadap Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.“Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J, yang dilakukan saudara RE atas perintah Saudara FS,” kata Listyo, 

Listyo mengatakan, agar seolah-olah terjadi tembak menembak, Ferdy Sambo melakukan penembakan tebakan ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah terjadi tembak menembak.

Ferdy Sambo terjerat pasal pembunuhan berencana, dengan berikut sebagai rinciannya.

“Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55, Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara selama-lamanya seumur hidup,” Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.

Salah satu puncak kasus ini adalah saat Bharada E mengungkap bahwa tidak adanya tembak menembak seperti yang dilaporkan di awal kasus mencuat, namun adanya adalah eksekusi yang sudah direncanakan, Bharada E mengaku diperintahkan oleh atasannya, Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J.

Sampai berita ini dibuat, Kapolri belum bisa menerangkan secara gamblang motif dibalik pembunuhan ini. Pihak kepolisian masih menyelidiki motif dibalik ini semua.

Diketahui bahwa peristiwa ini cukup pelik karena melibatkan banyak anggota perwira tinggi, dan adanya fabrikasi cerita yang dibuat dan disahkan oleh kepolisian pada awalnya, terkait Brigadir J yang melakukan pelecehan seksual kepada istri Irjen Sambo. Selain itu, karena otak pembunuhan adalah seorang Inspektur Jenderal Polisi, kasus ini menarik perhatian masyarakat untuk mengetahui letak keadilan yang ditegakan.