Jalan-jalan Virtual ke Amerika ala Rumah Produktif Indonesia

Jalan-jalan Virtual ke Amerika ala Rumah Produktif Indonesia

Muhammad Yunus

Penulis

Delegasi Indonesia antara lain Arisman (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta/Lentera Foundation), Nur Khafid (IAIN Surakarta), Wiwin Siti Aminah Rohmawati (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), dan Fransiska Widyawati (Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng NTT).

Selain dari Indonesia, peserta lainnya berasal dari Burma, India, Malaysia, Sri Lanka, Thailand, dan Amerika Serikat.

IMAAM Center di Maryland. “IMAAM Center adalah komunitas Islam yang eksis berkegiatan tidak hanya bagi orang Indonesia tapi juga bagi orang Amerika dan bermitra dengan berbagai lembaga,” kata Yanuardi Syukur yang ketika itu bertemu Presiden IMAAM Center Bagus Adiyanto, Imam Fahmi Zubir, dan senior overseas Indonesia di sana.

Yanuardi, penulis 80-an buku tersebut juga berbagi pengalaman ketika mengikuti berbagai program diskusi lintasagama di Pittsburgh, berkunjung ke masjid, gereja, sinagog, kuil, dan bertemu Walikota Pittsburgh Bill Peduto.

Tak lupa, dia juga bercerita pengalamannya saat jalan kaki selama satu jam ke kantor PBB setelah penutupan program semata agar bisa salat berjema’ah bersama Imam Shamsi Ali. Selama di New York, dia juga berkunjung ke ground zero 9/11 (bekas menara kembar WTC), Wallstreet, dan Broadway.

Jalan-jalan virtual yang dipandu oleh pengusaha muslimah Sofie Ghufron ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang di Indonesia seperti Maghdalena, M. Ibrahim Hamdani, Faisal Pakaya, Taufik Uieks, Widodo, Widya Rizki Pratiwi, Abd Majid, Ariani, Sahidin Sura, Sisri Handayani, Dhiah Ashri, Nuria, dan MS. Wijaya.

Irfan Syuhada, qori’ dan seorang pegiat sepeda di Depok berharap agar diskusi seperti ini dapat terus diselenggarakan agar memperkaya wawasan peserta.

Rutriana Meilisa yang siapa Anna, seorang alumni program di China merasa beruntung dapat join dalam diskusi virtual di masa pandemi ini.

“Terima kasih sudah diajak jalan-jalan ke Amerika. Sharingnya, keren!” tutup Eka Purnamawati, penulis “Berjalan di Atas Kenangan”.

Sesi terakhir diskusi diisi dengan tips untuk memperlancar bahasa Inggris, meningkatkan percaya diri, dan bagaimana mengelola kekurangan menjadi kelebihan yang pada gilirannya berguna untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia global lewat peminatan kita masing-masing.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.