Jelang PSBB, Gubernur Sarankan Pemda Gowa Bersinergi Dengan Kabupaten Tetangga

Jelang PSBB, Gubernur Sarankan Pemda Gowa Bersinergi Dengan Kabupaten Tetangga

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id — Jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa yang di mulai pada 29 April 2020.

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menyarankan agar Pemerintah Daerah (Pemda) Gowa agar bersinergi dengan kabupaten tetangga seperti Takalar.

“Ini agar tidak menimbulkan pemeriksaan ganda di wilayah perbatasan. Saya juga meminta Pemkab Gowa memberikan pelayanan maksimal dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Nurdin Abdullah ketika melakukan video conference bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjelaskan, pintu masuk ke Gowa akan dilakukan pemeriksaan secara ketat. Demikian juga berkaitan dengan larangan pembatasan dan pengecualiaan terkait PSBB.

Berbagai pihak atau asosiasi meminta diberikan pengecualian, Bupati menjelaskan jika tidak terdapat dalam aturan PSBB, maka tidak akan mendapat ruang untuk ditoleransi. 

Baca Juga

“Kami sepakat tidak ada satupun asosiasi kami akomodir kecuali memang telah diatur dalam aturan PSBB. Tetapi di luar dari aturan PSBB, kami tidak akan melakukan pengecualian, karena yang kita inginkan mereka betul-betul tidak ke Gowa, tidak beraktivitas di Kabupaten Gowa,” jelasnya. 

Di dalam pelaksanaan PSBB, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan social safety net atau jaring pengaman sosial. Terdapat lima stimulan ke masyarakat.

Pertama dari Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Kedua adalah sembako Covid-19 atau dan bantuan sosial tunai dari Menteri Sosial/Presiden. Ketiga, adalah BLT dari Dana Desa, ini hasil revisi dan refokusing anggaran.

Keempat, akan disiapkan paket sembako yang diambil dari APBD Kabupaten Gowa dan juga bantuan dari Gubernur, bantuan keuangan yang diberikan kepada Pemerintah Gowa yang akan dibelikan paket sembako, yang akan diberikan kepada masyarakat yang terkena.

Kelima, kami dibuat dapur umum di 18 kecamatan dan ini melibatkan pihak PKK, Persit dan Bhayangkari, organisasi perempuan, pemuda dan kemasyarakatan. 

Adnan menyampaikan, total Kepala Keluarga (KK) di Gowa 224.404. Inilah calon penerima jumlah keluarga, namun tentu tidak semua jumlah KK mendapatkan bantuan, sebab dari jumlah 224 ribu tersebut sudah termasuk orang yang mampu. 

Sedangkan, warga yang terkena dampak Covid-19 datanya telah dimiliki setelah dilakukan pendataan bersama camat, lurah dan kepala desa, dan aparat terkait melakukan pendataan ulang. 

“Ini warga yang terdampak, artinya dia menjadi miskin karena Covid-19. Tadinya dia tidak miskin menjadi miskin. Jumlah yang kami dapatkan 21.111 kepala keluarga,” paparnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.