Terkini.id, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan tegas mengatakan bahwa dirinya akan memberi sanksi kepada prajurit TNI yang memukuli Polwan di Kalimantan Tengah.
“Saya akan proses hukum,” ujar Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, Selasa 7 Desember 2021.
Jenderal Andika juga mengatakan baru mendapat informasi tersebut, dan ia menegaskan proses hukum segera dilakukan.
“Segera,” tegas Andika.
Diketahui sebelumnya, tengah beredar video yang viral di media sosial terkait pemukulan yang dilakukan prajurit TNI terhadap seorang polwan.
- Jenderal Andika dan KSAD Dudung Disebut Tidak Harmonis, Effendi Simbolon: Ego Mereka Merusak Tatanan
- Tanggapi Pernyataan Jenderal Andika Soal Demo Jokowi, RG: TNI Berada di Belakang Mahasiswa
- Pedas! Kritik Ariel Soal Spanduk Jenderal Andika Berkaus PKI: Goblok Gak Ada Habisnya
- Fadli Zon Waspadai Gerakan Komunis, Warganet: Komunis Teriak Komunis, Bahasa Basi Kadrun
- Sentil Pengkritik Jenderal Andika, WNI Keturunan Belanda: Perusuh Antar Agama Apakah Anak PKI
Dalam narasi video yang beredar tersebut, dijelaskan bahwa kejadian bermula ketika personel Raimas Polda Kalteng melakukan patroli harkamtibmas pencegahan COVID-19 di seputaran kota Palangkaraya.
Saat perjalanan pulang, personel Raimas berhenti untuk membubarkan kerumunan di tengah jalan Tjilik Riwut km 02 di depan sebuah kafe.
Salah satu personel polisi turun dari kendaraan karena adanya perkelahian. Ia berusaha melerai namun mendapat perlawanan dari orang yang mengaku anggota Batalyon Raider 631 Antang.
Perlawanan itu pun akhirnya berujung pada bentrok antara prajurit TNI dengan personel Polda Kalteng.
Sementara itu, Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya telah memberikan penjelasan terkait kabar bentrok tersebut.
Yudianto menerangkan narasi yang viral di media sosial dilebih-lebihkan dari fakta lapangan dan kasus ini sudah diselesaikan dengan perdamaian.
“Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu,” kata Yudianto.
“Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
