JK Sebut dari 10 Orang Kaya, Paling 1 yang Muslim, Lantas Benarkah Orang Islam Cenderung Miskin?

JK Sebut dari 10 Orang Kaya, Paling 1 yang Muslim, Lantas Benarkah Orang Islam Cenderung Miskin?

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, Jusuf Kalla atau yang lebih akrab disapa JK mengungkapkan sebuah pernyataan mengejutkan.

Ia menilai bahwasanya ekonomi kita ini pincang lantaran apabila ada 10 orang kaya, maka paling tinggi hanya 1 orang Muslim di dalamnya.

Hal tersebut tentu saja menuai pro kontra dari kalangan netizen maupun tokoh publik, seperti Ferdinand Hutahaean, misalnya, yang menyebut bahwa orang menjadi kaya bukan karena agama.

Lantas, benarkah yang dikatakan Jusuf Kalla alias JK? Dalam artian, orang Islam cenderung miskin?

Dilansir terkini.id dari Voi pada Rabu, 16 Juni 2021, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), yakni Enny Sri Hartati, menyampaikan pandangan terkait ini.

Baca Juga

Menurut Enny, yang dikatakan JK ada benarnya alias memang ada hubungan nyata antara kemiskinan dan umat Islam.

Namun, bukan dalam kausalitas murni. Untuk melihat hubungan dua variabel di atas, katanya kita perlu melihat statistik.

“Indonesia sampai hari ini mayoritas penduduknya adalah Muslim dan 40 persen penduduk Indonesia itu masih miskin dan rentan miskin,” tutur Enny pada Selasa, 15 Juni 2021.

“Dengan sendirinya, kalau secara statistik, otomatis yang miskin pasti Muslim.”

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2021 adalah 269,6 juta jiwa.

Sementara itu, penduduk miskin tercatat melonjak hingga 27,55 juta jiwa, setara dengan 10,19 persen jumlah penduduk.

Kemudian, penduduk Musllim di Indonesia diperkirakan mencapai 229 juta orang.

Angka itu setara 87,2 persen dari total populasi penduduk Indonesia atau 13 persen dari total populasi Muslim di seluruh dunia.

“Jadi, kalau secara hubungan kausalitas pure, artinya agama dengan status ekonomi, itu pasti enggak ada. Tapi kalau secara statistik ada. Jadi, ada dua perspektif yang tidak linear,” pungkas Enny.

Lalu apa penyebab kemiskinan dan bagaimana menanganinya? Apa yang membuat seseorang miskin?

Hal paling mendasar yang menyebabkan kemiskinan adalah karena seseorang tidak mampu memperoleh akses sumber daya, informasi, teknologi, pendidikan, dan aspek lain yang jadi variabel ekonomi produktif.

Dalam kondisi semacam ini, negara wajib membuat kebijakan-kebijakan yang mampu mewujudkan pemerataan akses terhadap aset-aset ekonomi produktif.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.