Kadis P3A: Penghargaan Kota Layak Anak Harus Berbanding Kenyataan di Lapangan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Makassar Tenri A. Palallo menilai penghargaan Kota Layak Anak menjadi tak ada gunanya bila fakta memperlihatkan masih banyak anak terlantar yang berkeliaran.

Terkini.id,Makassar – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Makassar Tenri A. Palallo menilai penghargaan Kota Layak Anak menjadi tak ada gunanya bila fakta memperlihatkan masih banyak anak terlantar yang berkeliaran.

“Penghargaan harus berbanding kenyataan di lapangan,” kata Tenri  saat ditemui di Hotel Singgasana, Rabu, 10 April 2019.

Meski demikian, dia mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kriteria dan standar kota layak anak. Dia menyebut progresnya sudah sampai di tingkat kelurahan.

“Indikator kita usaha penuhi semua, kalau sudah terpenuhi semua berarti tinggal verifikasi di lapangan,” ujar Tenri.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menuturkan sedang melakukan evaluasi terkait pertanyaan yang harus diisi sebagai indikator penilaian.

“Misalnya tentang berapa tingkat posnyandu, ini banyak yang tidak isi, padahal sebenarnya itu sudah di atas 80 persen,” ungkapnya.

Penilaian lain, kata dia, terkait kesehatan, akte kelahiran, dan ketahanan pangan yang ada di Kota Makassar.

“Kesehatan sudah tinggi, catatan sipil tingkat kita sudah di atas 90 persen, kalau akte  kelahiran  begitu ada lahir di Makassar langsung di tawarkan ada akte kelahiran, ada yang catat mulai dari lahir sampai mati itu dan difasilitasi dinas catatan sipil,” ungkapnya.

Sekarang ini, lanjut dia, berfokus pada kerja ketahanan pangan, soal perindustrian.

“Semua itu apa manfaatnya? (Kalau) bermanfaat bagi anak-anak kita, itulah yang disebut kota layak anak yang ramah untuk semua atau kota nyaman untuk semua itu implementasinya,” paparnya.

Terlepas dari pencapain yang telah diraih, Tenri mengatakan ingin menyempurnakan dengan memberi pemahaman kepada warga, kepada ibu-ibu, “seperti apa sih menjadikan kota Makassar kota layak anak?” tanyanya.

“Tentunya mendidik anak-anak kita dengan menjadikannya sebagai harapan bangsa ini,” jawabnya.

Sebagai pelengkap, indikator penilaian Kota Layak Anak terdiri dari lima klaster tambah kelembagaan, ada 389 pertanyaan yang harus diisi oleh SKPD, Dunia Usaha, Media, dan NJO Organisasi Masyarakat.

Berita Terkait
Komentar
Terkini