Terkini.id, Makassar – Kasus kematian akibat pandemi Covid-19 di Kota Makassar lebih tinggi dibandingkan kasus kematian di Jakarta. Kasus kematian akibat Covid-19 diketahui sebesar 3, 25 persen sementara di Jakarta sebesar 2,21 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar menyebut tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Makassar lantaran sebelumnya pasien tersebut tak diperiksa. Ia baru di bawah ke rumah sakit saat dalam kondisi parah.
“Sehingga baru terdeteksi Covid-19 saat dalam kondisi kritis,” kata Naisyah, Rabu, 7 Oktober 2020.
Naisyah menilai, saat ini, masyarakat masih memiliki rasa takut untuk berobat ke Rumah Sakit.
“Banyak takut ke Rumah Sakit, biasanya kejadiannya sudah waktunya datang cuci darah, tidak datang karena takut Covid-19. Padahal sudah harusnya diantisipasi harus datang,” ucapnya.
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Kampanyekan #Cari_Aman, Asmo Sulsel Ajak Pengguna PCX160 Nikmati Wisata Alam Bersama Keluarga
Olehnya itu, Naisyah mengimbau RT/RW untuk terus melakukan fungsi edukasi dan pengawasan pada warga agar kasus Covid-19 di sekitarnya bisa dideteksi lebih dini.
Terakhir, Naisyah mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.
“Yang pertama wajib memakai masker, yang kedua mencuci tangan dan menjaga jarak. Jadi ada 3 M yang harus dipatuhi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
