Terkini.id, Jakarta – Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki mengecam lima Negara pemenang perang dunia (PD) II yang disebut bertindak sebagai penguasa dunia dengan sindiran “Dunia Lebih Besar dari Lima”.
Pada pidatonya saat berada di depan Parlemen Angola bagian dari tur diplomatik empat hari di Afrika yang pemimpin Turki itu mengatakan tatanan dunia saat ini tidak adil.
Dunia, kata dia, telah didominasi beberapa negara pemenang perang dunia II. Meskipun Erdogan tak merinci lima negara pemenang perang dunia II yang bertindak sebagai penguasa dunia saat ini.
Namun, lima negara itu menyiratkan pada lima anggota tetap DK PBB pemilik hak vetoAmerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris dan Prancis.
Dia bahkan mencela “pendekatan orientalis yang berpusat pada Barat” ke benua itu dan mengeluh tentang ketidakadilan di tatanan global saat ini.
- 3 Anggota Polri Diwisuda Presiden Erdogan Usai Tempuh Pendidikan 2 Tahun di Turki
- Erdogan Resmi Terpilih Kembali Jadi Presiden Turki Tiga Periode, Serukan Persatuan
- Presiden Turki Sebut Cristiano Ronaldo Korban Politik di Piala Dunia Hingga Jarang Dimainkan
- Akhirnya Putin dan Zelensky Akan Bertemu di Turki, Apa yang Dibahas?
- Kritik Presiden Erdogan, Jurnalis Wanita Turki Ditangkap
“Nasib umat manusia tidak boleh diserahkan kepada belas kasihan segelintir negara yang memenangkan Perang Dunia Kedua,” kata Erdogan. Mengutip dari Sindonwes. Rabu 20 Oktober 2021.
Lanjut “Hari ini kita berbicara semboyan ‘dunia lebih besar dari lima’ dan dengan cara ini kita berjuang melawan ketidaksetaraan di dunia,” ujarnya.
Dia juga mengeklaim bahwa, tidak seperti negara-negara Barat, Turki tidak memiliki noda kolonialisme dalam sejarahnya, Turki merangkul orang-orang Afrika tanpa diskriminasi.
Kekaisaran Ottoman, yang digantikan oleh Republik Turki pada tahun 1923, lanjut dia, digunakan untuk memerintah Afrika Utara dan Timur Tengah.
“Sementara dunia dan hampir setiap aspek kehidupan kita berubah, dan diplomasi, perdagangan, dan hubungan internasional mengalami transformasi radikal, kita tidak dapat berpikir bahwa arsitektur keamanan global akan tetap sama,” kata Erdogan.
Sementara Majelis Umum PBB mencakup semua anggota PBB, Dewan Keamanan PBB memiliki lima anggota tetap dengan hak veto China, Prancis, Rusia, Inggris dan AS, dan sepuluh anggota bergilir dipilih untuk masa jabatan dua tahun.
Diplomat Turki Volkan Bozkir, yang memimpin Majelis Umum PBB selama setahun terakhir, telah mengadvokasi Dewan Keamanan PBB yang lebih demokratis, yang akan lebih mencerminkan realitas abad ke-21.
Namun, inisiatif tersebut belum mendapatkan banyak daya tarik di dalam organisasi dunia itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
