Kembangkan Potensi Wisata Taman Buru Ko’mara, Balai Besar KSDA Sulsel Gelar Dialog

Taman Buru Ko’mara
Kembangkan Potensi Wisata Taman Buru Ko’mara, Balai Besar KSDA Sulsel Gelar Dialog

Terkini.id, Makassar – Balai Besar KSDA Sulsel mengadakan Dialog pada Kamis 24 Januari 2019. Kegiatan tersebut dihelat dalam rangka peningkatan pengembangan wisata Taman Buru Ko’mara sebagai bagian yang terintegrasi dengan pengembangan wisata bertaraf internasional di Sulawesi Selatan.

Bertempat di Café Liberica, dialog yang mengusung tema “Promosi Penguatan ‘Nomadic Tourism’ Taman Buru Ko’mara Destinasi Wisata Unik Sulsel” ini bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata Taman Buru Ko’mara agar pengelolaan wisata buru dapat berkembang.

Diharapkan ke depannya Taman Buru Ko’mara dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah, dan penghargaan terhadap tradisi budaya setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai stake holders di antaranya perwakilan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten, akademisi, media, masyarakat/LSM, dan mitra/swasta berjumlah 72 orang.

Hadir sebagai pembicara yakni Direktur PJLHK KLHK Ir. Dody Wahyu Karyanto MM, Ketua TP2D Provinsi Sulsel Prof. Dr. Yusran Yusuf, S.Hut, M.Si, IPU, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel Hj. Jamila Hamid, Kepala Bappeda Kabupaten Takalar Drs. Achmad Rival M.Si, Deputi Direktur Bank Indonesia Sulawesi Selatan Musni Hardi K. Atmaja, dan Ketua Harian Perbakin Provinsi Sulsel Irawan Abadi.

Sebagai pemandu dialog yakni Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinlury., M.Sc.

Dalam talkshow ini, terdiri dari 6 (enam) topik yakni (1) Kebijakan dan strategi pengembangan Nomadic Tourism (Taman Buru) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, (2) Strategi percepatan pengembangan wisata alam di Sulawesi Selatan.

(3) Dukungan dan peluang investasi pengembangan wisata alam Taman Buru Ko’mara, (4) Strategi akselerasi destinasi wisata alam bertaraf internasional di Sulawesi Selatan.

(5) Dukungan Pemerintah Daerah untuk percepatan pengembangan wisata Taman Buru Ko’mara di Kabupaten Takalar, (6) Perspektif Perbakin terhadap pengembangan model wisata Taman Buru Ko’mara di Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinlury, M.Si menyampaikan bahwa berdasarkan peraturan perundang-undangan, taman buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat diselenggarakan perburuan secara teratur.

“Taman Buru Ko’mara merupakan salah satu dari 13 (tiga belas) taman buru yang terdapat di Indonesia yang fungsinya sebagai taman buru belum terkelola secara optimal,” ungkapnya, Kamis 24 Januari 2019.

“Konsep Wisata Buru Di Taman Buru Ko’mara diintegrasikan dengan agrowisata dan penangkaran rakyat,” sambungnya.

Dalam talk show ini juga dilaksanakan launching buku “Taman Buru Ko’mara (Mengembalikan Sejarah Perburuan di Kawasan Hutan Ko’mara)” dan “Wisata Alam Sulawesi Selatan.”

Direktur PJLHK KLHK menyampaikan potensi wisata alam di kawasan konservasi di Indonesia sangat banyak, mulai dari Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan raya, termasuk Taman Buru.

“Wisatawan Mancanegara dan Wisatawan Domestik tertarik mengunjungi objek wisata karena keindahan kebudayaan dan wisata alamnya. Wisata alam dengan nomadic tourism tidak mudah dilakukan karena regulasi-regulasi yang ada belum terlalu mendukung.,” terangnya.

Selain itu, kata dia, proses perijinannya memerlukan waktu yang relatif lama sehingga perlu dilakukan terobosan-terobosan.

Ketua TP2D Prof. Yusran Yusuf menyampaikan misi Gubernur Sulawesi Selatan salah satunya menjadikan Sulawesi Selatan sebagai destinasi wisata yang bertaraf internasional.

Dalam mewujudkan itu, kata Yusran, memerlukan kerjasama dari berbagai pihak dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kegiatan kepariwisataan salah satunya dengan pembangunan rest area.

Sementara itu, Deputi Bank Indonesia mengatakan bahwa keindahan pariwisata alam di Sulawesi Selatan tidak kalah dengan Bali akan tetapi perlu dukungan pembangunan infrastruktur.

“Sektor pariwisata di Sulsel diharapkan menjadi enzim dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Peluang investasi dari sektor pariwisata perlu stimulus dari pemerintah. Perbankan yang ada yang telah dibantu oleh pemerintah dalam bentuk bunga subsidi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dana CSR yang ada di perusahaan perlu dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah, sesuai dengan prioritas program pembangunan yang telah dicanangkan.

Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan Jamila Hamid mengatakan, dalam RIPDA (Rencana Induk Pembangunan Daerah) Sulawesi Selatan, strategi Dinas Pariwisata Sulsel yaitu Pemanfaatan daya tarik wisata dan promosinya.

“Dinas pariwisata sangat mendukung rencana kegiatan nomadic tourism di Taman Buru Ko’mara,” ucapnya.

Selain itu, Kepala Bappeda Kabupaten Takalar memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membantu dan memikirkan untuk pengembangan nomadic tourism di Taman Buru Ko’mara.

“Pemerintah daerah sangat mendukung untuk mengembalikan kebiasaan A’jonga yang merupakan kebudayaan yang ada di Takalar yang telah dilakukan sebelum kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

“Pemerintah daerah juga akan mengembangkan wisata kebun di daerah tersebut sebagai bagian dari pengembangan wisata,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Harian Perbakin Irawan Abadi berharap agar Taman Buru Ko’mara ini dapat beroperasi dengan segera sebagai sarana penyaluran hobi berburu bagi anggota perbakin secara legal.

“Diharapkan dengan pengembangan nomadic tourism, di Taman Buru Ko’mara dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan, terjaganya budaya dan kearifan lokal di daerah Takalar, meningkatkan perekonomian daerah, dan terjaganya kelestarian hutan di kawasan tersebut,” ucapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini