Kemendikbudristek: PTM Mendesak Dilaksanakan, Walau Presiden Jokowi Minta PTM Dievaluasi

Kemendikbudristek: PTM Mendesak Dilaksanakan, Walau Presiden Jokowi Minta PTM Dievaluasi

TN
R
Thamrin Nawawi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Jumeri menyatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) mendesak untuk dilaksanakan. Hal itu disampaikan Jumeri merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten untuk dievaluasi.

“Sejalan dengan rekomendasi dari berbagai studi, pemulihan pembelajaran melalui pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan mendesak untuk dilaksanakan,” ujar Jumeri pada hari Rabu, 2 Februari 2022, seperti dilansir dari Kompas.com

Jumeri menegaskan pembelajaran tatap muka (PTM) wajib menyesuaikan status level PPKM masing-masing wilayah sesuai SKB Empat Menteri. Ketentuan yang ditetapkan dalam SKB itu, sudah mempertimbangkan dan mengakomodasi mekanisme penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) berdasarkan level PPKM suatu wilayah, ujarnya. 
Kendati demikian, pihaknya tetap memperhatikan permintaan Presiden Jokowi bahwa pihaknya harus terus meningkatkan pengawasan dan monitoring.

“Sehingga penyesuaian akan dilakukan jika terjadi perubahan status PPKM di suatu wilayah. Detil pengaturan dapat ditemukan dalam lampiran SKB Empat Menteri,” jelasnya.

Jumeri menyampaikan, pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan juga memerhatikan dinamika penyebaran Covid-19 varian Omicron serta mencermati masukan dari berbagai pihak.

“Maka Kemendikbudristek mengimbau agar semua pihak perlu meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Presiden Jokowi meminta agar pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi setelah sebelumnya pemerintah terus menegaskan sekolah tatap muka 100 persen di sejumlah daerah tetap berjalan sekalipun kasus Covid-19 mengalami lonjakan.

“Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten,” ujar Jokowi.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka rapat terbatas evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara virtual dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 31 Januari 2022 sebagaimana dilansir di laman resmi setkab.go.id, Selasa, 1 Februari 2022.

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk berhati-hati menyikapi kondisi pandemi saat ini karena kasus aktif Covid-19 naik sangat tinggi, usai varian Omicron menyebar di Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.